Sepulang dari kedai es krim tadi yang ku lakukan hanyalah berbaring diatas kasur. Aku bingung melakukan apa sekarang, karena sampai malam ini aku tidak ada aktivitas lain selain bersantai. Aku ingin pergi keluar, tapi aku sudah cukup lelah. Jujur, aku sangat menyukai Desa Kinderwijk. Rasanya, aku ingin hidup lebih lama lagi di Belanda. Mataku mendelik ketika aku ingat sesuatu. Menelpon Mama dan Ibu.. Bagaimana aku bisa lupa? Segera ku raih ponselku diatas nakas dan menekan kontak 'Mama' disana, tak selang beberapa detik bunyi tut tut disebrang sana, telpon pun diangkat. "Nabila, kenapa gak telpon dari kemarin hah? Mama takut kamu kenapa-napa tau gak sih!" ucap Mama dari sana. Aku tersenyum kecut, membayangkan ekspresi Mama yang berkacak pinggang dan memelototiku. "Ya Maaf Ma, Nabil

