~ Nabila POV Ku tundukkan kepalaku, air mata kembali jatuh untuk kesekian kalinya hari ini. Ku remas tanganku erat, berharap mendapat kekuatan lebih lagi untuk menatap mereka semua. Ku seka air mataku, dan mengangkat wajahku, ku pandangi mereka semua satu persatu, wajah mereka, aku rekam dengan jelas, karena inilah saat terakhir aku menatap mereka semua. "Maaf jika aku sudah melakukan suatu kesalahan" ucapku. Ku pandangi Mama yang tetap menatapku dengan tatapan sinis. "Terutama Mama, karena.... Mungkin aku gak tahu sama sekali sejarah ketika aku lahir. Ibuku mungkin sangat melukai hati Mama, maka dari itu aku minta maaf atas nama Ibu dan aku sendiri" ucapku. "Dan Papa, maaf aku gak bisa jadi anak kebanggaan Papa" ucapku. "Aku pamit" ucapku menundukkan kepalaku. Ku putar tubuhku, m
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


