~ Nabila POV "Sebegitu susah kah kalian meyakinkan Mbak Lisa jika aku ingin pergi dari sini? Pergi jauh dari sini?". "Kalian memaksaku kembali, itu sama saja kalian memaksaku untuk kembali terluka. Kalian pikir hidupku mudah setelah ini? menanggung gunjingan orang-orang yang tau masa laluku?". Ku seka air mataku yang mulai turun. "Kamu tahu bagaimana perasaanku? Diseret dan dipaksa pulang, padahal hatiku masih berusaha menyembuhkan luka, lihat ini, ini juga?" ucapku mengacungkan kedua lenganku. "Dengan kasar Papa dan Mama menyeretku, tidak peduli ratusan air mataku jatuh, mereka mementingkan Mba Lisa" ucapku. Wajah Mas Andrew datar sementara Hellina memandangku heran. "Nabila...." panggil Mba Lisa dari belakang. Segera ku seka air mataku, dan membalikkan badanku. Ia tersenyum, "Ay

