Ku tarik napasku panjang lalu mengeluarkannya dengan sedikit nyeri diujung hatiku. Untuk apalagi ia menghubungiku? Tidak, aku tidak boleh kalah dengan perasaanku. Kami sudah bercerai, dan tidak ada hubungan apapun diantara kami. Jika ia memintaku untuk kembali, maka jawabanku akan tetap sama. Aku tidak akan kembali kesana. Kembali berarti aku merelakan hstiku kembali tersakiti, bukan hanya melihat kebersamaan Mas Andrew dan Mbak Lisa. Tetapi tekanan orang tuaku yang sama sekali tidak memikirkan perasaan sakitku juga. Mereka sibuk dengan kebahagiaan Mbak Lisa, serta cucu satu-satunya mereka. Hellina. Aku? Aku tidak berarti dimata mereka. Smartphoneku kembali bergetar, dengan penelpon yang sama 'Mas Andrew'. Ku tatap nanar nama yang tertera dilayar tersebut tanpa berniat mengangkatnya

