Happy reading. Typo koreksi. ____ "Sudah lebih baik?" Eh. "Kenapa Mas?" Bianca tersentak kaget, mengerjap lalu bertanya linglung, Darren hanya mengulas senyumnya tipis melihat sikap wanita cantik di hadapannya. "Aku pikir kamu masih memikirkan tentang kejadian tadi." Hah. Dahi Bianca mengkerut bingung. Tunggu? Apa tadi dia melamum. Pikirnya. "Sudah jangan dipikirin lagi, ayo sekarang makan dulu nanti keburu dingin tidak enak," ujar Darren menunjuk hidangan makanan mereka yang entah sejak kapan datang. Bianca mengikuti arah pandangan lalu meringis, saat sadar tersadar ternyata dirinya memang melamun tadi. Astaga. Batinnya malu. Menganggukkan kepalanya kaku, Bianca akhirnya mulai menyuapi hidangan yang ada di depannya ke dalam mulut dengan pipi merona tidak berani menatap

