bab 9

1913 Words
Hari ini Aure menjalani hari pertama ujian akhir semesternya dia sangat gugup, dia takut nanti tidak bisa mengerjakan soalnya. Kemarin saaat pulang dari puncak dia langsung istirahat total dikamarnya, dia sudah beRencana tidak member tahu kejadian apa yang menimpanya waktu di puncak, tapi apa daya Aure tak panadai menyembunyikan kebohongan kepada keluarganya terutama pada kakaknya. Karena itulah soRenya mereka langsung mengantar Aure kedokter dan dokter mengatakan jika sel sel leukemia (kanker darah) ditubuh Aure sudah bertambah parah dan mengharuskan Aure untuk menjalani kemoterapi. kemoterapi bertujuan untuk membunuh sel sel kanker. Teet teett teet Suara bel menghentikan lamunan Aure, dilihatnya excel yang sedang berjalan dilorong menuju kelasnya. “pagi, yuk masuk kelas tes pertama harus sukses ya sayang”ucap excel menyemangati “aku deg deg an tau, kamu dari mana sih”ucap Aure cemberut “hehe maaf tadi aku dipanggil pak sardi dulu di kantor”ucap excel sambil berjalan menuju kelas mereka “pokoknya fighting sayang”ucap excel lagi lagi sukses membuat pipi Aure bersemu merah. Dia slalu blushing saat melihat excel seperti ini. “iya semoga aku bisa ngerjainnya dan kamu juga semangat ya sayang”ucap Aure berbisik kepada excel “that’s right baby” ucap excel disertai cengirannya Dilihatnya bu santi yang memasuki kelas membawa soal soal yang akan dites kan hari ini, sebelum memulai mereka berdoa dulu agar mereka lancer mengerjakan soalnya. Bu santi mulai membagikan soalnya mereka diberi waktu dua jam untuk mengerjakan soal ini. Semua siswa terlihat serius mengerjakan soal masing masing mereka sedang berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal bagi mereka. *** Teng teng teng Bel tanda selesai mulai berdenting memekakkan telinga dan para siswa pun dengan santai mulai berjalan keluar dari kelas mereka masing masing. Tes untuk hari ini sudah selesai tinggal enam hari lagi mereka akan menyelesaikan semua tes yang diujikan. Mereka terlihat lelah bahkan ada yang sampai menghela nafasnya berberapa kali. Ada juga yang histeris curhat dengan temannya “gimana sih soalnya sulit banget” ucap perempuan satunya dan hanya ditimpali anggukan oleh temannya. Di nusa BANGSA siswanya sangat menaati peraturan tak ada yang namanya bullying pemalakan atau apalah itu. Siswanya tak ada yang berani mencontek saat ujian berlangsung mereka akan mengerjakan sesuai dengan kemampuannya sendiri. Bahkan jika ada yang ketahuan mencotek dia akan langsung dihukum di bawah bendera dan dikasih kalung dengan tulisan “saya tidak akan mencontek” . sekolah ini melatih siswanya untuk bersikap jujur agar kelak menjadi orang yang jujur di masa depannya. *** “capek”ucap Aure yang sedang berjalan meninggalkan kakkunya menuju keluar kelas “yuk aku anter pulang aja, kamu istirahat ya nanti”ucap excel yang disamping Aure. “ besok pelajaran fisika kan? Aku gak bisa mapel  itu tau”ucap Aure “gampang, nanti aku ajarin deh”ucap excel sambil menggenngam tangan Aure. Aure melihat kearah excel  lalu menganggukan kepalanya tanda setuju. “sip makasih ya”ucap Aure pada excel “gak usah bilang makasih sayang, itu udah kewajiban aku sebagai pacar yang baik, bener gak?”Tanya excel sambil menaikkan alis sebelah kirinya “ehm iya atau gak ya?”ucap Aure mencoba menggoda excel “jahat banget pacarku ini, udah cepetan masuk tuan putri”ucap excel setelah membukakan pintu mobil buat Aure. “makasih ya pacarku”ucap Aure yang langsung membuat excel senyum senyum karena kata kata “pacarku” yang diucapkan oleh Aure terdengar seperti keposesifan artinya hanya milikku bukan orang lain batin excel menganalisa ekspResi Aure. Excel melajukan mobilnya menuju rumah Aure. Sampai disana excel menepati janjinya untuk mengajarkan pelajaran fisika yang menurut Aure sangat sulit untuk dipahaminya, bisa dibilang dia tidak suka dengan fisika tapi dia selalu menanamkan dalam dirinya bahwa dia harus menyukai semua pelajaran agar dia bisa juga dalam pelajaran tersebut. Walau fisika sangat sulit untuknya dia akan berusaha untuk mempelajarinya. Mungkin dia akan lebih gampang mencerna pelajaran itu jika diajarkan oleh orang yang dia sayang. Setelah sampai didalam rumah, Aure langsung menuju kamarnya untuk ganti baju dan tidak lupa dia menyuruh pembantunya untuk membuatkan excel makanan dan minuman. Setelah dia selesai ganti baju dia langsung kebawah dengan membawa buku fisika yang menurutnya sangat tebal untuk ukuran buku mata pelajaran sekolah. “hai maaf lama”ucap Aure langsung duduk samping excel “iya gaPapa kok”ucap excel sambil meminum lemon tea yang disajikan pembantu Aure tadi “kita makan dulu aja yuk nanti baru belajar”ucap Aure mengajak excel makan. Karena menurutnya mungkin lebih baik mengisi perut sebelum belajar karena belajar membutuhkan banyak energi. “yuk”ucap excel berdiri sambil mengarahkan tangannya kepada Aure dan langsung dibalas Aure dengan kaitan tangan nya yang langsung menggenggam tangannya. Mereka makan dengan diselingi canda tawa, semua hal hal kecil yang mereka lakukan merupakan kebahagiaan, mereka tak mungkin pernah melupakan semua masa masa indah yang pernah mereka lalui bersama.  Setelah selesai makan mereka langsung menuju gazebo di belakang rumah, Aure memilih belajar disini karena menurutnya pemandangan disini sangat indah dan sangat sejuk dan ia pikirr ketenangan ini dapat membuatnya cepat mengerti dengan pelajaran yang akan diujikan buat besok. “yuk kita mulai”ucap excel untuk mengawali pembelajaran ini Mereka memanfaatkan waktu ini dengan sebaik baiknya mereka belajar dengan sungguh sungguh walau kadang diselingi dengan candaan. Excel bercita cita ingin menjadi dokter karena itulah excel selalu semangat belajar dan berjuang untuk apa yang di impikannya. Kala ditanya Aure “kenapa ingin jadi dokter?” excel menjawab dengan tenang “karena aku ingin mengobati orang yang membutuhkan bantuanku” Aure hanya tersenyum mendengar penuturan dari excel, dia sangat beruntung memiliki excel lelaki pintar dan juga baik hati tak lupa juga paras nya yang tampan membuat semua orang terpana saat melihatnya. Tak terasa waktu belajar mereka akhirnya selesai juga saat waktu menunjukkan pukul lima soRe. Aure mengantar excel ke depan pintu rumahnya “terima kasih buat hari ini, hati hati ya jangan ngebut”teriak Aure saat excel akan membuka pintu mobilnya excel hanya menunjukkan senyum manisnya pada Aure lalu masuk kedalam mobil. *** Hari ini adalah hari yang mendebarkan bagi semua siswa di Nusa BANGSA. Ya hari ini adalah pembagian nilai akhir semester mereka. Setelah mereka melalui seminggu terberat mereka untuk mengerjakan ujian, mereka akan mendapatkan hasilnya sekarang. Sangat mendebarkan. Hari ini raport Aure diambil oleh mamanya dia berangkat menuju kesekolah bersama mamanya. Sedangkan excel dia juga didampingi oleh mamanya. Lonceng pun berbunyi tanda mereka harus masuk kedalam kelas masing masing. Para siswa masuk kedalam kelas bersama dengan orang tuanya masing masing. Para wali kelas sedang menerangkan bagaimana saja kondisi siswanya saat kelas dua semester ini mereka diwanti wanti agar lebih memperhatikan anaknya karena bentar lagi mereka akan kelas tiga dan juga akan menghadapi yang namanya Ujian Nasional. Dan inilah saat pengumuman peringkat semua berdebar debar menunggu siapa yang kali ini jadi bintang kelas lagi. Peringkat tiga diraih oleh Andra peringkat dua diraih oleh Aure dan  peringkat satu diraih oleh excel. Aure pun tidak menyangka jika dia akan mendapatkan peringkat dua dia sangat bersyukur kepada allah yang telah memberikannya kenikmatan sampai saat ini. Excel pun masih tetap mempertahankan peringkatnya dari kelas satu dial ah yang selalu menjadi bintang kelas dan itu sangat membuat bangga orang tuanya. Kamu berhasil sayang  lalu excel menekan tombol send untuk mengirimkannya ke nomor Aure. Aure yang menerima sms pun langsung membukanya dia langsung melihat excel sambil tersenyum. *** Aure membuka ponselnya dilihatnya multi chat di aplikasi line miliknya   Woi jadi liburan kagak nih xel? Tanya andra di chat tersebut Gue mah terserah ibu Negara balas excel di akun line miliknya Gimana nih jadinya ? woi keluar gak loe bapak Negara minta saran nih Bener tuh Re ? jadi liburan gak?1 Bener tuh Re ? jadi liburan gak?2 Bener tuh Re ? jadi liburan gak?3 Aure ketawa sendiri ngelihat teman temannya pada heboh di line, dia lalu menengok kea rah mamanya. Dia akan meminta persetujuan dulu sama keluarganya karena liburan di Bali tuh lumayan jauh juga apalagi mereka nginepnya seminggu disana. “kenapa dek?” Tanya mamah kepada Aure “Aure , ehm itu mah”ucap Aure gugup dia bingung mau bilang apa sama mamanya “gak usah gugup sayang bilang aja”ucap mamanya sambil mengelus elus rambut panjang Aure “itu temen temen ngajakin liburan ke Baalii”ucap Aure “jauh banget dek, tapi gimana ya? Sebenarnya mama sih khawatir jika kamu jauh jauh sama mama, tapi gak apalah tapi kamu harus janji sama mama ya? Obatnya jangan lupa diminum , jangan lupa makan gak boleh kecapekan kamu gak boleh jalan jalan terlalu jauh jaga kesehatan pokoknya”ucap mama Aure mewanti wanti “makasih mah udah ngijinin aku”ucap Aure lalu memeluk mamanya “ehm soRe ini jadwal kamu cek up loh dek, kamu gak ada acara kan nanti ?”tanya mama “gak kok mah”ucap Aure disertai cengiran lebarnya. Mamanya sangat senang melihat senyum dari anak perempuannya ini perempuan yang kuat perempuan yang selalu tegar walau sedang diberi cobaan bahkan dia tak pernah mengeluh dengan penyakitnya batin mama Aure menangis mama selalu mendukung apa yang membuatmu bahagia sayang, karena kebahagiaan mama adalah saat melihat kamu bahagia  . *** Kau terindah membuatku terpana kau sempurna tebarkan pesona kau terindah membuatku menggila kau sempurna tebarkan asmara  bunyi ponsel Aure didalam tasnya iya Iya maaf, ni baru sampai rumah tadi lagi sama mamah Iya aku ikut kok tadi aku udah ijin sama mamah Hemm ya udah besok dibahas aja ya dirumahku yang lainnya tolong dikasih tau ya sayang Iya walaikum salam Tutt tutt bunyi telepon saat excel mengahiri panggilannya Excel pov Excel sangat khawatir dengan Aure karena sampai saat ini Aure belum membalas line darinya bahkan teman temannya juga nyepam line Aure tapi hasilnya nihil Aure masih belum membalas linenya. Lalu dia memutuskan untuk langsung menelpon Aure. Hallo “Iya “ jawab Aure Kamu lagi apa sih ? sibuk banget ya? Chat ku sampai gak dibalas “Iya maaf, ni baru sampai rumah tadi lagi sama mamah “ ucap Aure “oh maaf ya tadi aku gak sengaja ngebentak kamu, aku tadi khawatir banget, gimana kamu bisa ikut kan ? Iya aku ikut kok tadi aku udah ijin sama mamah Iya Renacananya dibahas kapan sayang? Hemm ya udah besok dibahas aja ya dirumahku yang lainnya tolong dikasih tau ya sayang Oke oke kamu istirahat ya sayang asalamualaikum Iya walaikum salam Excel mendesah lega setelah mendengar suara dari kekasihnya, dia tak tau kapan tepatnya perasaannya semakin dalam dia sangat menyayangi Aure bahkan tak mendengar kabarnya saja sudah membuatnya khawatir.  I love you baby always and foRever. Excel pov end SoRe ini adalah jadwal cek up Aure, dia pergi kerumah sakit ditemani oleh mamanya. Ada sepercik perasaan gugup beserta takut di hatinya, dia takut jika penyakitnya semakin parah dan semakin membuat keluarganya sedih. Aure sakit melihat tetesan air mata dari mamahnya dia tak mau mamanya menangis karena dirinya. Aure sangat mencintai keluarganya bahkan dia sanggup menyimpan sakit yang dia rasakan sendiri dia tak mau terlihat lemah dihadapan orang lain dan dia tak mau dikasihani orang lain karena penyakitnya. Mereka sudah sampai di rumah sakit langganannya dan langsung menuju keruang dokter Wijaya. Dilihatnya dokter Wijaya tersenyum melihat Aure dan mamanya selain Aure adalah anggota dari pasiennya dokter Wijaya juga berteman dengan mama dan Papanya. Selamat soRe dokter Iya soRe, yuk langsung diperiksa aja Re Oke dokter Mama Aure menunggu diruangan dokter Wijaya, beliau menunggu dengan gelisah memikirkan kondisi anak perempuannya apakah kondisinya semakin membaik ataukah semakin memburuk. Dia hanya bisa berdoa dan mengusahakan apa yang dia bisa untuk kesembuhan putrinya.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD