bab 8

2314 Words
Perjalanan yang cukup memakan waktu yang lama dan ditambah jalur menuju puncak sangat macet yang malahan membuat Aure semakin pusing, dia butuh udara segar sekarang. Dia menengok kea rah belakang dilihatnya Nixiadan Nandiyang sedang tidur dan Andra yang masih seru bermain games di ponselnya. Lalu dia menengok kearah Excel yang masih serius melajukan mobilnya. “xel”ucap Aure lemah “iya kenapa, kamu lapar ya sayang?”Tanya Excel “ehm iya”ucap Aure “ya udah didepan kayaknya ada café deh kita mampir aja disitu lagian juga ini udah hampir malam dan aku juga sedikit lelah karena macet tadi”ucap Excel Aure hanya menganggukan kepalanya menanggapi jawaban dari Excel, tak menunggu lama akhirnya Excel membelokkan mobilnya ke pelataran kafe yang terlihat exsotik,pemandangan yang sangat indah dengan kemerlap lampu yang menambah indahnya suasana malam ini  mereka lalu turun dari mobil. Mereka berlima duduk digazebo dekat dengan  kolam Renang alam yang terlihat sangat indah . “ehm aku mau ketoilet dulu nanti aku pesenin sama aja kayak kamu ya”ucap Aure pada Excel “kamu mau aku temenin atau gak ke toiletnya nda?”Tanya Excel dia melihat muka Aure yang sedikit pucat dan dia sangat khawatir dengan Aure “gak usah aku gak Papa kok, kamu disini aja”ucap Aure lalu berdiri menuju toilet Dia membasuh mukanya agar terlihat lebih fResh, mungkin dia belum bisa beradaptasi dengan suhu puncak yang memang dingin hingga menurunkan daya tahan tubuhnya secepat ini. Setelah membasuh wajahnya dengan air dia lalu mengusapnya dengan tisu lalu dia membenarkan make up nya memaki bedak lalu memakai hydrogloss  agar dia tak terlihat pucat. Setelah selesai Aure lalu kembali ketempatnya tadi. Dilihatnya hidangan di mejanya ada gurame asam manis, soup jamur, cah brokoli tom yam sea food.  Aure berjalan pelan pelan menuju mejanya , Excel yang menyadari kehadiran Aure dia langsung berdiri untuk memundurkan kursi buat Aure. “makasih”ucap Aure pada Excel dan Excel hanya tersenyum melihat Aure “kamu mau makan sama apa sayang?” Tanya Excel lembut “ehm aku mau sama soup jamur aja”ucap Aure lalu dengan cekatan Excel mengambilkan makanan buat Aure dia sangat cekatan mengambilkan makanan yang diinginkan Aure “makasih ya, tapi kebalik tau seharusnya aku yang ngambilin kamu”ucap Aure dan hanya dibalas cengiran oleh Excel “ehm ehm dunia milik berdua ye, yang lainnya numpang”ucap Andra menyindir mereka “hehehehe”ucap Excel dan yang lain hanya melongok menatap Excel yang tertawa begitu lebarnya, mereka tak pernah menyangka jika Aure dapat merubah Excel yang tadinya tak pernah perduli dengan orang lain sekarang begitu peduli dengan sekitar. Cinta memang mengubah segalanya. “ehm ya udah kita makan sekarang yuk nanti kemaleman sampai villa nya loh”ucap Aure dan mereka hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti mereka makan malam dengan canda tawa mereka sangat menikamti liburan mereka walau hanya dengan waktu yang sedikit. *** “sayang bangun udah sampai nih”ucap Excel membangunkan Aure yang sedang tidur dan Aure hanya menggeliatkan badannya “sayang bangun dong kamu bangun dulu tidurnya pindah ditempat yang lebih luas”ucap Excel disertai dengan mengguncang guncangkan badan Aure Setelah cukup lama membangunkan Aure akhirnya Aure bangun juga, “maaf ya pasti susah banguninnya, soalnya aku capek banget jadi susah bangun maaf ya sayang kalau aku ngRepotin”ucap Aure “gaPapa kok sayang yuk kita keluar”ucap Excel dan Aurepun mengangggukkan kepalanya dia langsung membuka pintu mobilnya saat keluar Aure langsung memeluk badannya suhu disini memang sangat dingin sampai tak sadar dia sedang menggigil “xel diii nggiiinnn”ucap Aure dengan suara bergetar dan Excel yang mendengar itu langsung melepas jaketnya dan memakaikan di badan Aure “makasih “ucap Aure dan langsung dibalas Excel dengan pelukan yang erat, berharap kalau pelukannya dapat mengurangi rasa dingin di badan Aure. *** Di villa ini banyak terdapat kamar tapi mereka kali ini akan memakai dua kamar saja kamar satu buat Excel, Andra dan kamar dua buat Nandi Nixia Aure. Sampai didalam rumah Aure masih merasa kedinginan lalu Excel berinisiatif menghidupkan api di tungku cerobong dekat ruang santai di villanya. Excel memanggil bik Siti yang merawat villa ini dia meminta tolong untuk membuatkan hot chocolat buat Aure. “masih dingin ya sayang?” tanya Excel “iya”ucap Aure “bentar ya aku ambilin selimut dulu” ucap Excel lalu masuk kekamarnya untuk mengambilkan selimut buat Aure. Setelah mendapatkan selimut yang dia maksud Excel langsung menuju ketempat Aure dilihatnya dia masih kedinginan, Excel sedikit berlari menghampiri Aure lalu dia menyampirkan selimut dipundak Aure. Dia baru menyadari sesuatu dia melupakan kalau Aure memang harus minum vitamin dan dia hanya menepukkan tangannya di dahinya “oh my god aku lupa”ucap Excel “lupa apa ?”Tanya Aure “kamu, kamu lupa kan minum vitaminnya?”Tanya Excel pada Aure “oh iya aku lupa kamu tolong ambilin dong vitamin sama obat di tas selempang aku  kayaknya tadi tas nyaudah dibawa Nandi di kamar deh, tolong ambilin ya”ucap Aure pada Excel “iya kamu disini dulu ya minum coklat hangatnya kali aja dapat buat tubuh kamu lebih hangat”ucap Excel dan Aure hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya Excel mengetuk pintu Nandi dan Nixia untuk meminta ijin kepada mereka,setelah Nandi membukakan pintu lalu Excel ijin untuk masuk kekamar mereka untuk mengambil tas Aure, saat setelah mendapatkan tas Aure Excel lalu mengecek isinya apakah bener tas yang dimaksud Aure apa nggak. Saat Excel membuka tas Aure dia sangat tercengang dengan isinya, banyak obat dengan berbagai macam nama di tasnya, semakin menambah penasaran dipikirannya apa yang sedang kamu sembunyiin sayang Tanya Excel dalam hati “makasih ya”ucap Aure yang sudah menerima tasnya “ehm tolong ambilin air putih dong xel”ucap Aure lagi dan Excel lalu mengambilkan air putih diteko sebelah sofa tersebut “nih”ucap Excel dia masih melihat Aure yang meminum obatnya satu persatu yang bisa dibilang ada lima jenis obat yang sedang ditelannya sekarang “kok banyak banget sih nda emang obat apa?”Tanya Excel “itu xel,ehm eh iya obat akhir akhir ini daya tahan tubuhku  melemah gitu jadi harus sering minum obat dan vitamin”ucap Aure bohong, dia tak ingin Excel menghawatirkan keadaannya “oh minum obat yang rajin ya biar cepat sembuh”ucap Excel sambil mengacak acak rambut Aure “iya makasih ya sayang, ya udah aku mau tidur dulu ya” ucap Aure kepada Excel “iya mimpi indah ya” ucap Excel lalu mereka berdua memasuki kamarnya masing masing. *** “hai bangun udah pagi princess” samar samar terdengar ditelinga Aure dia pun mulai mengerjapkan matanya karena tergangggu dengan bisikan yang dia dengar. Aure membuka matanya dan pertama kali yang dia lihat adalah senyum manis dari pangeran berkuda putihnya. Dia tidak pernah menyangka datangnya masa seperti saat ini saat pertama kali dia membuka matanya dia melihat orang yang sangat dia sayang tersenyum manis untuknya, dia sangat bersyukur akan hal ini. Mungkin allah mengabulkan doa doanya selama ini agar dia bisa bahagia walau saat terakhirnya. “hai”sapa Aure serak khas bangun tidurnya “yuk jalan jalan di kebun teh, Nandi tadi udah jalan duluan loh tadi”ucap excel “oke bentar aku mau cuci muka dulu ya” jawab Aure “oke aku tunggu diluar, jangan lupa bawa jaket ya nanti”ucap excel Setelah pintu tertutup Aure langsung turun dari ranjang untuk kekamar mandi dia cuci muka dan sikat gigi. Dia membasuh mukanya dengan hati hati dan dia mencoba merapikan rambutnya setelah selesai dia mengambil jaket yang sekiranya dapat membantunya menepis dingin yang ada. Dia keluar dari kamar dan menghampiri excel diruang tamu. Mereka  menikmati pagi ini dengan canda tawa ditengah kebun the yang sangat luas dan masih diselimuti oleh embun di pagi ini, sang matahari pun masih terlihat enggan untuk menampakkan sinarnya, atau mungkin dia kalah akan pancaran sinar kebahagiaan dari dua insane yang merajut kasih seperti mereka. “bentar”ucap excel menghentikan tawa Aure, dia lalu mengeluarkan handphonenya untuk memfoto Aure. Dia terlihat cantik walaupun tanpa make up ditengah kebun the dia bagaikan bunga yang mempercantik taman, dia masih tertawa dengan polosnya menampilkan lesung pipi yang semakin membuatnya terlihat mempesona. Excel benar dia sangat jatuh dalam pesona seorang amandita Aurelia prasetyo. “foto bareng?”tawar Aure dan langsung diangguki oleh excel. Mereka bergaya berbagai macam gaya dimulai dari excel yang memeluk pundak Aure, mereka menunjukkan big smile, lalu gaya heboh mereka, ekspResi jelek dan terakhir excel mencium kening Aure. Semua momen itu diabadikan lewat benda pipih canggih milik excel. Mereka senang walau bukan hal besar yang mereka lakukan tapi hal hal kecil seperti inilah yang akan selalu mereka ingat. Ingat Cinta mampu mengubah hal yang biasa menjadi sangat luar biasa. “ya udah yuk pulang, kayaknya sarapannya udah jadi”ucap excel sambil menggandeng Aure “ayuk”ucap Aure singkat Keadaan jalan yang sedikit berbatu dan tidak rata membuat Aure tak sengaja tergelincir bebatuan di sekitar jalan ini, dia jatuh terpentuk batu.”aduh” ringis Aure saat menyadari bahwa dia terjatuh dia merasa bahwa kepalanya pusing dan tanpa dia sadari cairan kental berwarna merah sudah keluar dari hidungnya dan tiba tiba pandangannya gelap dan akhirnya dia tak sadarkan diri. Excel pov “aduh” suara teriakan yang malah terdengar seperti ringisan dan dia mencoba melihat kebelakang dan betapa kagetnya dia kalau Aure sudah pingsan. Dia bahkan menyesal telah berjalan duluan tadi, dia kira Aure masih dibelakangnya tapi ternyata Aure jauh tertinggal dengan langkahnya. Aku berlari menghampiri Aure yang sedang pingsan, mukanya terlihat pucat dan aku melihat cairan merah kental itu masih keluar dari hidungnya, aku menggendongnya menuju villa dan mencoba membuatnya sadar. Semua temanku kaget dengan keadaan Aure dan mereka langsung siaga membantuku membawa Aure sampai kamarnya sampai disana Nixia sudah membawa air hangat beserta handuk untuk membersihkan darah disekitar wajah Aure. Dia terlihat sangat khawatir dengan keadaan Aure. “apa aku harus panggil dokter?”Tanya andra “no no no gak usah Aure paling anti dengan yang namanya dokter”ucap Nixia berusaha menghalangi niat andra “bener, tolong ambilin minyak kayu putih aja”ucap Nandi mencoba mengalihkan suasana dia tak mungkin memanggil dokter, Aure pernah bilang dia tak pernah ingin sahabatnya tau tentang penyakitnya, Aure tak pernah ingin membuat teman temannya khawatir tentang keadaannya. “ini”ucap excel memberikan minyak kayu putih pada Nixia lalu Nixia langsung mengoleskan minyak kayu putih di bawah hidung Aure agar dia sadar. Tak lama kemudian Aure mulai tersadar dari pingsannya. “makasih ya allah akhirnya Aure sadar”ucap Nixia dan Nandi bebarengan dan mereka langsung memeluk Aure, Aure hanya tersenyum tipis melihat sahabatnya yang sangat menghawatirkan keadaanya mereka sangat menyayanginya. Aure melepas pelukan mereka berdua. Saat dia menatap excel dilihatnya kelegaan di mata excel, dan dia lalu tersenyum menatap excel.di membuka tangannya lebar dan excel yang mengerti itu langsung mendekatkan dirinya pada Aure dia langsung memeluk erat Aure. “aku takut, aku takut lihat kamu kayak tadi lagi maaf maafin aku aku ninggalin kamu aku kira kamu udah dibelakang aku eh ternyata malahan kamu jauh dibelakang aku”ucap excel yang terdengar putus putus dia sangat sedih melihat keadaan Aure kayak tadi “hey hey sayang kamu gak usah khawatir kayak gitu, ini bukan salah kamu jangan pernah kamu nyalahin diri kamu. Tadi aku Cuma kecapekan dan nggak sengaja aku kegelincir”ucap Aure “maafin aku”ucap excel dan tak dia sadari excel sudah menangis dipundak Aure dia sangat menyesal dia tak bisa menjaga Aure bahkan dia mengingkari janjinya untuk tak membuat Aure merasakan sakit. Dia sangat sedih mengingat kejadian tadi. Aure melepaskan pelukannya dengan excel dia melihat air mata jatuh dipipi excel dan dengan sigap dia langsung menghapus air mata di pipi excel. “jangan menangis sayang aku gak suka lihat kamu nangis kayak gini”ucap Aure menatap lurus mata excel “aku … aku…” ucap excel terlihat lemah “udah udah kamu gak salah kok xel gak usah kayak gini ah kamu lihat sendiri kan aku baik baik aja” ucap Aure yang langsung memeluk excel lagi, merasakan kehangatan yang menguar dari tubuh excel. Dia sangat menyukai aroma tubuh kekasihnya ini. “xel aku lapar, sarapan yuk”ucap Aure dan langsung diangguki oleh excel mereka berjalan bersisihan menuju ke ruang makan. Mereka makan bersama sama menghabiskan pagi yang hampir menjelang siang ini. Dia sangat bahagia bersama teman temannya. “Re kamu minum vitamin dulu”ucap Nixia mengingatkan dan Aure hanya menganggukkan matanya sambil menyuapkan sendokan nasi terakhirnya dia meminum air dan akan berdiri mengambil obatnya. “kamu disini aja, aku ambilin ya vitaminnya kamu gak boleh kecapekan sayang” ucap excel yang langsung berlari menuju kamar Aure. Semua yang ada disana hanya senyum senyum kecil mereka tak akan pernah menyangka bahwa Aure mengubah sikap excel yang tadinya sangat dingin menjadi lebih perhatian terhadap orang lain. Mereka sangat bersyukur dengan perubahan yang ada di diri excel. “nih obatnya”ucap excel lalu duduk disamping Aure. Aure menerima obat itu dan meminum semuanya dia mungkin sudah terbiasa dengan rasa pahit dari obat yang dia konsumsi selama ini. Obat peReda rasa sakit, obat penghambat pertumbuhan penyakitnya, dan masih banyak lagi. Bahkan saat ini dia merasa kalau berat badannya makin hari makin berkurang. Tapi dia tak mau menyerah begitu saja bahkan dia tak ingin terlihat lemah dihadapan teman temannya. “udah nih aku mau istirahat bentar ya”ucap Aure lalu berjalan menuju kamarnya “ehm Re kami beRencana pulang nanti soRe aja jam tiga, kondisi kamu juga gak memungkinkan gini kok. Mending kita pulang aja ya”ucap Nandi “hmm bener juga kata Nandi kita pulang nanti soRe aja, aku takut kamu kenapa kenapa”ucap excel menambahi “iya aku ngikut aja, nanti tolong bangunin ya”ucap Aure tersenyum kecil “siap captain”ucap excel sambil mengacak acak poni Aure
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD