32. Sedikit mengetahui

1896 Words

Kayla memukul setir mobilnya bertubi-tubi. Amarah gadis itu tengah meluap-luap, dia mengusap kasar wajahnya. "Haaah .. kenapa selalu gini? Apa yang harus gue lakuin sekarang? Seharusnya gue gak lakuin itu ke Elisa tapi .." "Dia memang pantas. Dia penghianat!" "AAARRRGHHH!!!" Sekarang dia membenturkan kepalanya pada setir berulang kali. sungguh, dia sangat frustasi. "Elisa, andai lo gak khianati perjanjian kita. Gue pasti gak akan pernah ngelakuin itu sama lo, dan .. dan rasa benci ini, pasti gak akan pernah ada." "Udah banyak kali gue kasih lo kesempatan, tapi kenapa selalu berakhir gue yang kecewa? Kenapa? KENAPA ELISA?!" Gadis itu menatap sendu jalanan sepi di hadapannya. Sudut matanya sedikit berair, dia menghela napas berat. Percaya atau tidak, kenyataannya, hanya Kayla yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD