"Lo ngerasa aneh, gak?" "Aneh kenapa?" "Liat deh, dari tadi mereka ngeliatin ke arah kita mulu. Mana ngeliatin nya intens begitu, emang kita buat salah apa sama mereka? Akhir-akhir ini kan, kita udah vakum, gak jadi orang jahat lagi." Elisa menolehkan kepalanya mendengar penuturan Shami, netra gelapnya bertubrukan dengan tatapan tajam milik orang yang harus-harus dan sangat harus di hindarinya. Cepat-cepat ia mengalihkan pandangannya, bibirnya sedikit bergetar karena panik. s**l, ia jadi mengingat surat ancaman itu! "Huft, tenang, tenang, tenang." Gumamnya menenangkan diri sendiri. Lily merasa aneh mendengar gumaman Elisa, dia menatap wajah sahabatnya itu dengan curiga. "Lo, gak buat ulah sama mereka, kan?" Tanya Lily, bola matanya sengaja ia gulir ke arah perkumpulan Lorez itu. E

