17. Anda Bahagia, Nyonya

1350 Words

Sesuai jadwal dan rutinitasnya Najwa bangun di hari yang sudah terik, wanita itu memberikan kecupan di dahi suaminya sebelum Ele berangkat bekerja. Tangan Ele mengusap memar di leher dan d**a wanita itu, nada suaranya lirih dan merasa bersalah. “Yang semalam maafkan aku ….” Najwa tersenyum, wanita itu tidak terlihat keberatan. Setelah menganggukkan kepala Najwa mencium bibir Ele yang tidak rela untuk berangkat kerja pagi ini. Langkah kecil wanita itu memasuki kamar mandi, mengguyur tubuh dengan air dingin lalu berpakaian. Najwa membungkus tubuhnya menggunakan handuk tebal lalu mendekati jendela kamar. Memerhatikan detik-detik terakhir kepergian Ele diantar oleh Loco menuju kantor. Di depan cermin Najwa menjatuhkan handuk yang membungkus tubuhnya. Tatapan wanita itu kosong. Dengan mata ge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD