Bab 62. Cinta Tidak Harus Memiliki

1485 Words

Aku terbangun dari tidurku dan ternyata sedang berada di dalam kamar apartemenku. Dan yang lebih mengejutkan saat membuka mata, King sedang duduk di sisi ranjangku menatapku dan tersenyum ketika pandanganku terarah kepadanya. Keningku mengerut seketika, bagaimana bisa aku di sini. Aku beranjak duduk bersandar dengan King membantuku membenarkan bantal untuk sandaran punggungku. “Kok aku bisa di sini?” King mengendikkan bahunya. “Waktu aku kemari, kamu sedang tidur. Aku cek dahi kamu tapi ngak demam. Tumben kamu tidur jam segini. Memangnya pulang cepat dari kantor?” Terakhir yang ku ingat waktu masuk ke ruangan Adam dan bertemu dengan Feli di sana. Keduanya seperti habis bertengkar dan Feli mulai memarahiku karena tidak senang produksi desainnya dikerjakan oleh tim regular dibandingkan d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD