Operasi mata Ciara berhasil, penglihatan Ciara sebenarnya sudah kembali. Hanya saja ia merasa tetap hampa ketika tidak melihat sosok yang tengah dirindukannya. Matanya memandang kosong seperti asa nya yang terlihat semakin menipis. Dirinya tahu benar dan yakin kalau Adam sempat menemaninya di rumah sakit. Indra penciumannya tidak akan berbohong mengenali harum khas aroma tubuh sang suami. Dokter Sander menggerakkan telapak tangannya naik turun, memecah lamunan Ciara. “Hai, Ciara. Perkenalkan saya Dokter Sander. Coba sekarang kamu sebut berapa jari yang saya julurkan yah.” “Tiga, satu, empat, dua, lima.” Jawab Ciara satu per satu dengan benar. Dokter Sander mengeluarkan senter kecil dan menyalakannya. “Coba ikuti gerakan cahaya yang saya buat.” Ciara melakukan sesuai perintah. “Apa

