Baru saja bertemu dengan suamiku itu, masalah sudah langsung terjadi. Brandon ternyata masih menungguku di depan butik dan sialnya malah melihatku pulang bersama dengan Adam. Aku bukannya takut akan menyakiti atau berpikir Brandon akan salah paham melihat keberadaanku dengan Adam. Masalahnya aku tahu perangai keduanya bila sudah beradu tatap. Brandon membuka pintu samping tempat aku duduk, kemudian menarik lenganku untuk memaksaku keluar dari mobil. Satu hal yang tidak aku suka dari pria ini, emosinya itu menutupi akal sehatnya. Katanya mencintaiku tapi menarik lenganku padahal aku sudah bilang sakit pun dia tidak peduli. Dalam menghadapi sifat kasar Brandon yang seperti ini, aku mensyukuri kehadiran Adam sekarang meskipun masih banyak yang harus dibereskan mengenai hubungan kami berdua.

