Bab 34. Tak Segampang Itu

1593 Words

Berdekatan dengan Ciara memang sebahaya ini sejak dulu. Aku tidak mampu mengontrol diriku sendiri ketika jarak kami sudah sedekat ini. Seperti generator yang sudah lama mati dan dinyalakan lagi, hawa panas menjalar perlahan-lahan dan membawanya semakin memanas hingga aku terbakar di dalamnya. Apa yang kuucapkan di sela-sela ciuman kami adalah kejujuran. Aku benar-benar merindukannya seperti orang gila. Aku tahu apa yang kulakukan adalah salah saat wajahku semakin mendekat dan berakhir melumat bibirnya. Tapi, dorongan dalam diri ini menutupi nalar akal sehatku dan berakhir aku mendapatkan tamparan untuk pertama kalinya dari Ciara. Saat Ciara membalas gerakan bibirku, senyumku terbit merasa ketakutanku tidak beralasan. Namun rasa lega itu hanya berlangsung beberapa saat saja ketika dia men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD