Setiap pagi selama 4 tahun ini aku selalu terbangun dengan sebuah doa bahwa masih ada harapan kalau hari ini aku akan bertemu dengan Adam lagi. Harapan itu selalu mengikuti sampai sekarang. Meskipun segala hal tentang Adam menghilang tanpa jejak, aku berusaha untuk menerima semua ini dengan ikhlas. Dan mungkin tanpa kehadiran Adam mengajarkanku menjadi Ciara yang mandiri dan tidak cengeng lagi. Hanya saja godaan itu datang setiap kali aku melihat kemesraan Lusi dan Jason. Cara Jason memperhatikan Lusi mirip sekali dengan Adam. Aku masih saja menangis setiap kali merindukan laki-laki yang suka menjahiliku, menggodaku, membelaku, melindungiku, selalu membuatku nyaman dan pandai membuat jantungku menggila tentunya. Entah kapan hal ini akan terjadi lagi. Seluruh kenangan itu seperti sebuah

