4 tahun sudah sejak Adam meninggalkanku tanpa sebab. Luka itu masih terasa, bahkan aku masih menangis di kamar dalam kesendirianku. Bahkan tangisan itu baru bisa kutumpahkan saat tidak ada orang tua ku. Awalnya kegigihan Daddy mengatakan bahwa aku dan Adam sudah bercerai selalu membuatku menangis seperti orang gila. Sampai masanya aku menyerah dan tidak lagi mempedulikan apa statusku dengan Adam saat ini. Tidak ada yang bisa membuatku melupakan sosok Adam dalam hidupku. Mereka semua tidak mengerti seberapa dalamnya luka yang sudah ditusukkan pria kurang ajar itu dikehidupanku ini. Wajah dingin nan tampan, senyuman lebarnya yang hanya terlihat olehku, gelak tawa lepasnya saat berhasil membuatku kesal dan marah, pelukan mesranya yang tidak pernah aku duga kapan ia mau melakukannya, usapa

