Bab 37. Risaunya Hati Ciara

1576 Words

Berada seintim ini dengan Adam setelah 4 tahun berlalu, ternyata rasanya masih sama. Getaran serta desiran dari sentuhannya masih dashyat mengelitik di perutku. Rahangnya semakin tegas dengan mata yang semakin tajam bak laser yang mampu menembus sampai ke jantungku. Nyaliku menciut saat aku membalas perlakuan manisnya dengan kasar dan dia malah memperlihatkan seringai di bibirnya. Meskipun aku masih marah pada Adam tetap saja aku tidak mungkin langsung memperlihatkan sikap manis ala Ciara 4 tahun lalu yang selalu mudah ditebak. Tidak, Ciara itu sudah mati setelah Adam pergi tanpa pamit di rumah sakit. Ciara yang baru tidak akan diluluhkan semudah itu dengan rayuan dan sikap manis dari pria tampan yang selalu saja membuatku bergetar hebat. Beruntung ponsel Adam berdering dan menyelamatka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD