50. Hari bahagia Sinta.

1651 Words

 Suara Sinta membuat Anna tersentak, dan memilih untuk tidak memikirkan deretan angka itu. Memasukkan kembali ponsel ke dalam tas, gadis itu berdiri dengan senyuman lebar. Hal yang sepertinya sudah lama sekali tidak ia lakukan. Dan akhir-akhir ini, senyuman itu memang hanya akan muncul untuk orang-orang tertentu yang ia anggap spesial. Dan Sinta adalah salah satunya, karena memang hanya gadis ini keluarga yang Anna punya. Selain Pak Ahmad dan juga keluarganya tentunya.   “Lo kok udah sampai si, Na? Bukannya entar sore harusnya? Gue udah hubungin Raldi buat jemput,” ujar Sinta yang langsung memeluk Anna dengan penuh rindu. Tapi Anna tahu sebenarnya Sinta sedang mencoba menyembunyikan kegugupannya menjelang hari H yang tinggal satu minggu.   “Bukannya lo lagi dipingit? Ngapain keluyuran?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD