5

1494 Words
Tak terasa sudah dua minggu berlalu sejak Annabelle berenang. Karena merasa bosan dan sudah beberapa hari ini tidak ada yang bisa ia kerjakan. Sebab Tante Katelyn sedang kehabisan ide jadi tidak ada yang bisa ia ketikkan. Jadi malam ini Annabelle memutuskan akan kembali berenang dan tentu saja kali ini tanpa sehelai benangpun agar dia dapat berenang lebih leluasa dan puas. Dan tentu saja Annabelle sudah menyiapkan topeng untuk ia kenakan untuk menghindari bila seseorang memergokinya. Meskipun mustahil ada seseorang yang akan datang ditengah hutan tersebut. Tetapi siapa tahu bukan, tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga pikir Annabelle. Annabelle keluar tanpa memberitahukan Tante Katelyn karena dia mendengar Tante Katelyn sedang sibuk menelepon anaknya, jadi Annabelle tidak mau mengganggu. “Halo, Marco. Mimpi apa mama bisa mendapatkan telepon darimu padahal baru dua minggu kamu pergi?” “Halo, Mama. Bagaimana kabar Mama? Apakah mama sudah baikkan dan sembuh?” “Ah… rupanya kamu masih ingat ya kalau mamamu sakit.” Sindir Katelyn pada anaknya. “Maaf…Mama, Marco sangat sibuk sekali karena meninggalkan pekerjaan disini beberapa hari kemarin. Tapi Marco janji saat nanti Marco pulang, Marco akan punya banyak waktu buat mama. Dan tentu saja Marco punya kejutan untuk mama hari ini.” Marco sengaja menyelesaikan semua pekerjaannya disini dan menyiapkan asistennya agar bisa dia tinggalkan lama. Karena Marco ingin mengawasi asisten baru mamanya agar tidak bisa mendapatkan apa yang dia incar. Benarkah Marco ataukah kau ingin mendapatkan dirinya untuk dirimu sendiri. Ungkap suara hatinya. Tentu saja benar. Marco berperang melawan dirinya sendiri. Aku hanya akan mencicipinya saja seperti wanita lainnya yang jika sudah dicicipi akan membuatku bosen kepadanya nantinya dan tidak akan membuatku penasaran lagi. Tapi sejak kapan seorang wanita bisa mempengaruhinya seperti ini. Mungkin lebih baik dia segera menyingkirkan saja wanita itu. Ya... itu lebih baik. “Halo, Marco apakah kau masih disana?” Panggilan mamanya menyadarkan Marco dari lamunannya. “Iya Mama maaf pikiranku kemana-mana.” “Kamu ini sekali-kalinya menelepon Mama malah melamun. Katakan apa kejutanmu untuk Mama? Jangan bikin Mama penasaran Marco.” “Kalau Marco katakan bukan kejutan namanya Mama, Sudah dulu ya ma aku sudah sampai ke tempat tujuan. “ “Baiklah Marco mama tidak sabar menunggu kejutannya.” “Sampai jumpa mama.” “Hmmm Anak ini hanya kerja, kerja dan kerja saja yang dia pikirkan. Semua ini karena wanita itu. Wanita itu benar-benar merusak dirinya. Hilang sudah Marcoku yang baik, penuh kasih dan murah senyum. Akankah dia kembali seperti dulu. Tidak seperti sekarang yang dingin, membenci semua wanita kecuali mamanya tentu saja dan selalu berganti-ganti kekasih,” pikir Katelyn dengan cemas. Tiba-tiba bel berbunyi menandakan ada tamu. “Siapa yang bertamu sore-sore begini.” Gumam Katelyn. “Pelayan akan memanggil jika orang tersebut mencariku.” Tok…Tok…Tok… “Ya… Masuklah.” Jawab Katelyn “Halo… Mama apakah mama merindukan aku,” ucap Marco saat membuka pintu kamar mamanya. “Marco… Jadi ini kejutan yang kamu maksudkan.” Katelyn segera memeluk anaknya karena merasa sangat bahagia anaknya kembali pulang. “Iya mama dan kali ini Marco akan pulang lumayan lama. Agar Marco bisa menemani mama disini. Jadi mama tidak perlu menggunakan asisten lagi.” “Marco… Mama tahu apa maksudmu itu. Mama tidak akan memecat Annabelle kalau itu yang kamu maksudkan. Mama membutuhkan Annabelle untuk membantu mama, bukan hanya untuk menemani mama. Jadi kamu bisa buang jauh-jauh pikiranmu itu.” “Marco tidak mengerti. Kenapa mama harus membutuhkan dia.” Dengan kesal Marco keluar dari kamar mamanya dan mencari udara segar untuk menenangkan diri. Marco menuju tempat rahasianya dimana tidak ada seorangpun yang akan menganggunya disana. Dan hanya disana Marco bisa merasa tenang. Saat sudah hampir tiba ditempat tersebut betapa semakin kesal Marco jadinya karena tempat rahasianya dimasuki orang lain. Marco mendengar ada yang berenang disana. Bergegas Marco mempercepat langkahnya. Saat sudah sampai Marco terpaku karena melihat seorang wanita tanpa sehelai pakaianpun sedang berenang dikolam renang yang sengaja dia buat ditengah hutan agar dirinya bisa berenang sesuka hati tanpa takut ada yang menganggu. Marco terpesona dengan wanita tersebut yang disinari cahaya bulan yang masih berbentuk setengah itu. Hantu, bidadari atau manusiakah dirinya? Batin Marco. Dengan diam-diam Marco mendekat agar tidak mengejutkan wanita tersebut. Wanita tersebut sedang berenang menyeberang keseberang sana sehingga tidak menyadari kehadiran Marco. Semua hal tersebut membuat Marco tidak bisa mengendalikan gairahnya meski dia tidak mengenal wanita tersebut. Dan Marco akan menyambut wanita manapun saat ini yang membuatnya tertarik selain Annabelle. Dan kenapa dia harus mengingat wanita itu disaat sekarang ini. Marco kembali memperhatikan wanita tersebut. Dan ya wanita tersebut membuat dirinya sangat b*******h baik dirinya hantu, bidadari ataupun manusia padahal Marco bahkan tidak bisa melihat wajahnya karena wanita itu memakai topeng. Segera Marco masuk kedalam air dengan berpakaian lengkap karena takut wanita itu mungkin akan segera selesai dan dirinya tidak akan pernah mengetahui siapakah wanita itu. Dan sepelan mungkin dia melakukan semua itu karena takut jika wanita tersebut tahu ada yang memperhatikannya maka dirinya akan melarikan diri. Annabelle tersentak kaget saat tiba-tiba mendengar suara air yang begitu dekat dengannya. Apakah disini ada buaya? Bagaimana jika aku dimakan buaya disini Tante Katelyn akan sangat panik mencariku. Dengan segera Annabelle membalikkan badannya. Dan tidak dia sangka ada seseorang yang masuk ke dalam air. Karena agak gelap Annabelle tidak bisa melihat siapa itu. Annabelle sangat takut bagaimanapun dia tidak memakai sehelai pakaian pun. Dan bagaimana jika orang itu ingin berbuat jahat kepadanya. Belum sempat Annabelle melarikan diri orang tersebut sudah mendekat. Dan betapa kagetnya Annabelle saat melihat siapakah orang itu. “Mrrr….” hampir saja Annabelle meneriakkan nama panggilannya kepada Marco selama ini. Bisa mati karena malu jika Marco tahu ini dirinya. Oh…Tuhan apa yang dia lakukan disini. Bukannya seharusnya dia masih di Paris. Sejak kapan dia pulang. Dan apakah dia mengenali aku? Sepertinya tidak karena disini lumayan gelap. Aku harus membuatnya tidak bisa mengenali aku. Atau aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Mau tak mau Annabelle harus berakting agar Marco tidak tahu siapa dirinya. “Siapa Anda? Dan mau apa Anda?” tanya Annabelle dengan gugup. Dan itu tentu bukan akting karena dirinya memang merasa gugup. “Harusnya saya yang bertanya kepada anda Nona. Siapakah Anda? Dan apa yang anda lakukan dikolam pribadi saya?” Annabelle terdiam. Tidak menyangka kalau kolam ini adalah milik Marco. Jika tahu dia tidak akan berenang disini. Dan sekarang dia sudah terlanjur jatuh hati dengan kolam ini. “Jawab Nona siapa anda manusiakah, bidadari ataukah hantu?” “Saya…Saya…,” Annabelle tidak bisa menjawab karena begitu gugup dan masih merasa takut karena sesaat tadi begitu kaget ada sesuatu yang bergerak didalam air. Annabelle mencoba melangkah mundur menjauhi Marco. “Baiklah saya akan mencari tahu sendiri,” ucap Marco dan tidak membiarkan Annabelle menjauh. Marco semakin mendekat pada Annabelle sehingga Annabelle akhirnya terdesak di pinggiran kolam. Dan Marco mengurung Annabelle disana. Annabelle tidak berani menatap Marco karena mereka begitu dekat dan tentu dirinya masih tanpa pakaian. Hanya rambut saja yang menutupi payudaranya. Tubuh mereka sudah menempel dan hanya dipisahkan oleh baju Marco yang saat ini sudah basah. p******a Annabelle tanpa bisa dicegah mengelenyar karena kedekatan itu dan putingnya mengeras. Annabelle ingin berusaha menjauh tapi itu tidak mungkin karena dia sudah terjebak disana. Annabelle juga sudah berusaha mendorong Marco agar mereka tidak begitu dekat tapi itu sia-sia saja. Marco tidak bergerak menjauh sedikitpun. “Apa yang anda lakukan, Sir?” “Mencari tahu dirimu hantu, manusia ataukah bidadari” jawab Marco dengan seenaknya. Dan setelah mengatakan itu Marco menempelkan bibirnya pada bibir Annabelle. Mencumbu bibir Annabelle yang lembut untuk memenuhi keingintahuannya akan rasa bibir wanita itu. Annabelle berusaha mendorong Marco lagi saat dirinya masih sadar dan belum lupa diri. Bagaimanapun ini kedua kalinya dirinya dicium laki-laki itu. Biarpun hanya dirinya yang tahu. “Apa yang anda lakukan, Sir? Kita bahkan tidak saling mengenal. Dan anda mencium saya begitu saja.” Annabelle segera berbicara saat Marco menghentikan tindakannya. “Hanya memastikan gadis yang membuat aku begitu tertarik dan sangat b*******h adalah seorang manusia.” Dan Marco melanjutkan lagi apa yang tadi sempat tertunda. Marco kembali mencumbu bibir Annabelle dan kali ini Marco mengigit kecil bibir Annabelle dan mencumbu pinggiran bibir wanita itu. Mereka saling mencumbu dan tanpa Annabelle sadar dirinya sudah membalas semua ciuman pria itu. Dan saat itulah Annabelle merasakan sesuatu menusuk perutnya. Annabelle tiba-tiba panik. Meski dia bukan seorang perawan lagi tapi dia tidak banyak bersama laki-laki. Dengan tiba-tiba Annabelle mendorong Marco sekuat tenaga dan tentu saja karena tidak menduga Marco terdorong dan kemudian jatuh kedalam air. Annabelle tidak menyia-yiakan kesempatan itu dia segera naik dan mengambil pakaian dan sandalnya. Beruntung dia memakai gaun terusan dan sandal yang mudah dipakai sehingga dia bisa memakai semuanya sambil melarikan diri. Sesampainya dirumah Annabelle segera masuk kedalam kamarnya dan mematikan lampu. Dia tentu tidak ingin Marco masuk kekamarnya karena melihat lampu masih menyala. Jika Marco masuk dia akan mengetahuinya kalau wanita yang diciumnya tadi adalah aku. Setelah itu Annabelle mengganti baju dan bersiap-siap untuk tidur. Beberapa saat kemudian Annabelle mendengar langkah kaki diluar kamarnya. Tentu saja itu Marco yang baru pulang. Bagaimana caranya besok aku menghadapinya. Dan bagaimana jika dia tahu itu adalah aku? Sebaiknya besok saja aku pikirkan. Saat ini aku harus mencoba tidur. Marco begitu marah karena tidak bisa menemukan wanita itu. Dia seperti hantu saja karena tiba-tiba bisa menghilang secepat itu. Tapi Marco tahu wanita itu bukan hantu, karena tidak mungkin hantu bisa terlihat seperti itu dan begitu nyata bahkan terasa begitu nikmat. Marco mengganti pakaiannya dan bersiap tidur. Tapi tentu saja dirinya tidak mungkin bisa tidur karena menginginkan wanita yang tidak dikenalnya itu dan dia begitu penasaran. Besok malam dia akan kembali ke kolam itu, mungkin wanita itu akan kembali berenang disana.  _____________________________________________________________________ Jangan lupa klik love ya jika suka dan kalian juga akan mendapatkan notifikasi saat saya update new part. ^^  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD