Setelah memuaskan diri melihat Arina walaupun dari jauh, sekarang Alan sudah berada di depan kantor. Ia merapikan jasnya sebelum keluar dari mobil, jatungnya berdetak kencang. Sudah lama ia tidak pernah datang ke sini lagi. Setelah keberaniannya terkumpul, Alan segera keluar. "Selamat pagi, pak!" ucap resepsionis. Alan tersenyum. "Pak Adam sudah menunggu anda di ruangannya. Beliau menyuruh anda untuk datang." "Terimakasih." Alan menaiki lift dan memencet tombol menuju ruangan Adam. Ia masih tidak percaya mengapa perusahaan ini masih berada di tangan Papanya. Apa yang telah terjadi sebenarnya? "Bapak sudah menunggu di dalam," ucap seorang wanita, mungkin itu sekertaris Adam. "Iya." Lelaki itu langsung membuka pintunya. Ternyata bukan hanya Adam saja, Aldi pun berada di sana. "Hari pe

