Chapter 22 : Permintaan Maaf Laura

1009 Words

Nasi sudah menjadi bubur, kini Keenan sudah mengetahui pesan yang disembunyikan Laura darinya. "Kenapa enggak kasih tahu aku, Ra?" "Aku hanya enggak mau terlalu banyak mengeluh sama kamu, Ken." "Sejak kapan chat begini masuk ke kotak pesan kamu? Karena aku yakin kalau ini bukan yang pertama." "Aku enggak tahu awalnya sejak kapan. Cuman, ini sudah kesekian kalinya." "Jangan biasakan begini." Laura nampak masih menundukkan kepalanya. Perasaan bersalah memenuhi hatinya saat ini. "Jangan menunduk. Kamu enggak salah," ucap Keenan. "Ken, apa masalah seperti ini, kedepannya aku harus selalu kasih tahu kamu?" tanya Laura. "Bahkan masalah sekecil apapun itu, elo harus kasih tahu aku, Ra," jawab Keenan. Laura menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Keenan mengembalikan ponsel m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD