Chapter 20 : Alasan.

1049 Words

Orang itu adalah Kavin, yang tak lain adalah kekasih Hanna. "Pantesan tadi aku rasa familiar sama suaranya," ucap Laura. "Mumpung Hanna belum datang. Boleh nggak kalau gua minta tolong?" pinta Kavin. "Apa?" tanya Laura. Kavin membisikkan sesuatu pada Laura dan gadis itu langsung menyetujui apa yang Kavin rencanakan. Keduanya memasang ekspresi yang sama, saling tatap satu sama lain. Setelah itu, Kavin langsung pergi dari hadapan Laura. 1 jam kemudian. Hanna baru saja sampai di kafe dan ia langsung memasuki ruang kerjanya setelah menyapa karyawan-karyawannya. Namun, saat ia baru memasuki ruang kerjanya, ia kembali dan memanggil Laura. "Kenapa, Bu?" "kenapa bunganya kamu letak di sini? Kan kemarin sudah saya bilang kalau bunganya letak di depan aja." "Masalahnya, sebelum I

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD