Saat kafe sudah mulai sepi, Billa pun menarik Laura agar mereka bisa berbicara 4 mata. Di lantai 2, mereka berdiri di dekat pembatas. "Apa yang terjadi?" "Maksud kamu apa, Bil?" "Aku kenal kamu sudah dari lama, Ra. Enggak ada yang perlu kamu tutupi dari aku. Bahkan, jika kamu menutupinya pun, aku bisa tahu kalau sekarang kamu sedang tidak baik-baik saja." "Kemarin aku baru menyelesaikan sidang atas kasus Jihan. Kamu tahu apa terjadi, 'kan?" "Jihan sudah dijatuhi hukuman, 'kan? Lalu, apa lagi yang kamu cemaskan?" "Aku takut jika ada lagi Jihan Jihan lainnya." "Kenapa kamu berpikiran seperti itu?" "Jelas lah, Bil. Kamu bisa lihat perbedaan yang jauh antara aku dan Keenan. Pasti akan ada hati yang merasa bahwa aku tidak pantas untuk Keenan. Bahkan, aku sendiri pun merasa beg

