Setelah meninggalkan Laura, Hanna menghampiri adiknya Jihan yang belum ia ketahui siapa namanya itu. “Aku juga dengan dari Karin tadi. Aku juga sudah tahu kenapa Laura bisa menjadi ketakutan seperti tadi,” ucap Hanna setelah ia duduk di hadapan adiknya Jihan. Perempuan itu mengulurkan tangannya ke hadapan Hanna. “Aku Jeanna,” ucapnya memperkenalkan dirinya. Hanna pun menyambut tangan itu dan memperkenalkan dirinya juga kepada Jeanna. “Sebenarnya aku ke sini juga hendak bertemu dengan Laura dan menyampaikan maaf atas perlakuan kakakku kepadanya. Tapi, melihat dia yang ketakutan saat bertemu denganku, membuat aku semakin merasa bersalah dengannya,” ungkap Jeanna. “Tenang saja, saya akan membantu kamu. Saya yakin, dia akan baik-baik saja nantinya,” sahut Hanna. “Terima kasih,” ucap

