Chapter 37 : Menunda.

1016 Words

Laura nampak semakin ingin menyembunyikan tentang beasiswanya. Terutama dari Keenan yang sudah mengetahui. Namun, Laura tidak tahu bahwa kenyataannya bukan hanya Keenan yang tahu, melainkan Hanna dan Kavin juga mengetahuinya. Saat Laura merasa bahwa luka pada tangannya sudah mulai pulih, ia memberanikan diri datang ke kafe. Gadis itu datang bukan untuk bekerja, melainkan untuk bertemu dengan Hanna saja. “Bagaimana keadaan tangan kamu, Ra?” tanya Hanna sembari menatap tangan Laura yang sudah tidak terbalut perban lagi. “Sudah lebih baik, Bu,” jawab Laura seraya memperlihatkan tangannya itu. Hanna nampak tersenyum, ia bersyukur karena proses penyembuhan tangan Laura tidak memakan banyak waktu. “Jadi, kapan mau mulai masuk kerja lagi?” tanya Hanna. “Belum juga kering betul, Na. Ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD