Keenan nampak berjalan mendekati pintu ruangan tempat di mana Laura dan Hanna sedang bergelud dengan pekerjaan mereka. Keenan membuka sedikit pintu itu untuk mengintip apa yang dilakukan kedua perempuan itu. Senyuman tampak mengembang di bibir Keenan. "Jangan gila, Ken," tegur Karin yang melihat Keenan memang tampak seperti orang yang tidak waras. "Diam lo," sahut Keenan dengan nada pelan. "Siapa?" tanya Hanna ketika ia menyadari bahwa ada seseorang dari balik pintu ruang kerjanya. Keenan tampak cengengesan seraya mendorong pintu yang ada di hadapannya. "Keenan?" gumam Laura. "Ngapain?" tanya Hanna dengan nada mengintimidasi. "Hanya melihat pintu, kelihatannya pintu ini bagus," kata Keenan memberikan alasan. "Lalu? Kenapa sampai mengintip ke dalam?" tanya Hanna lagi. Ke

