Bab 12. Semakin Sakit

1178 Words

"Jadi, Jendra," ucap Nurma, membuka percakapan. "Kapan kamu akan menggunakan hadiah dari maskapai untuk honeymoon dengan Mutia?" Suasana meja makan malam itu terasa lebih hangat dari biasanya. Panji duduk di ujung meja, sementara Nurma tersenyum sambil menyeruput supnya. Mutia duduk di samping Nurma, berusaha menahan senyum yang hampir tak bisa dia sembunyikan, sedangkan Rajendra duduk dengan wajah datar dan tanpa selera. Jendra menatap Nurma sekilas lalu kembali fokus pada makanannya. "Belum tahu, Ma." "Kenapa harus ditunda-tunda?" sela Panji dengan suara beratnya. "Kebetulan minggu ini shift terakhirmu, kan? Setelah penerbangan nanti, langsung saja berangkat! Biar Mutia menyusul kamu ke bandara." Nurma mengangguk setuju. "Betul! Biar Mutia yang membawa koper kalian dan langsung ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD