“Gimana, manis? Bagus kan? Apalagi kalo dibanding kepunyaan suamimu.” “Shut up!” Rianti malu-malu, walau gejolak b****i dalam dirinya mengajak dirinya untuk melangkah lebih berani. “Come on.” Rianti menunjukkan mimik keberatan yang sebetulnya pura-pura. "Buka mulutmu sayang," kata Kim. Rianti ragu dan Kim sampai harus tiga kali membujuk. Rianti pun menyerah. Ia tahu bahwa penolakan terus-menerus akan membuat Kim kehilangan minat sama sekali dan itu bisa jadi akhir hubungan mereka. Sesuatu yang Rianti tak ingin terjadi. Jadi ketika Kim membujuk lagi, itu bisa jadi alasan pembenaran. Rianti jadi merasa bahwa ini bukan inisiatif dirinya tapi dari orang itu. Dan Kim pun kaget sewaktu Rianti kemudian menurut apa yang ia mau. Mata Kim melihat dengan nafsu sewaktu mulut sexy itu mulai m

