Afgan pun diterima mengajar musik di Universitas Garuda dan tuan Arjun Saputra mengucapkan selamat bergabung mengajar di Universitas Garuda.
RUANG REKTOR UNIVERSITAS GARUDA PUTRA (Tuan Arjun Saputra).
"Kalau begitu anda panggil pak Afgan untuk menghadap saya di sini ya Paijo." kata tuan Arjun Saputra.
"Baik tuan Arjun Saputra, permisi." sambung Paijo.
"Kamu sudah berhasil menerima tantangan dari ayahku Afgan, semua ini demi cinta kita. kata Titah.
Di Taman Universitas Garuda Lagi..
"Pak Afgan maaf anda dipanggil oleh tuan Arjun Saputra." kata Paijo memberitahu Afgan yang dipanggil tuan Arjun Saputra.
"Baik Paijo, saya akan segera kesana untuk menemuinya." kata Afgan yang akan menemui tuan Arjun Saputra.
"Afgan.."
"Ya ada apa Titah?" tanya Afgan.
"Semangat berjuang demi cinta kita dan temui lah ayah, aku selalu ada di dekatmu dan selalu ada di sampingmu." jawab Titah.
"Baiklah.." kata Afgan.
RUANG REKTOR UNIVERSITAS GARUDA PUTRA
(Tuan Arjun Saputra).
"Saya sudah mendengar semuanya dari Paijo dan anda sudah bisa bekerja sebagai pengajar atau guru musik di Universitas Garuda. Selamat ya pak Afgan." kata tuan Arjun Saputra yang memberikan selamat pada Afgan.
"Iya pak terimakasih, dan saya juga senang bisa menjadi bagian dari Universitas Garuda." kata Afgan dengan tersenyum di hadapan tuan Arjun Saputra.
DI LUAR RUANG REKTOR UNIVERSITAS GARUDA PUTRA
(TUAN ARJUN SAPUTRA).
"Selamat ya Afgan, kamu sudah berhasil masuk kedalam Universitas Garuda lagi." kata Titah yang memberikan selamat pada Afgan.
"Iya Titah, ini janjiku untuk cinta kita, aku mencintaimu." kata Afgan menyatakan cintanya pada Titah.
"Aku juga mencintaimu Afgan." kata Titah yang menyatakan cintanya pada Afgan dan mencium Afgan.
Lalu keesokan harinya Ferdi, Rian, Raihan dan Rizky diam-diam mencuri waktunya setelah pulang sekolah dari Universitas Garuda.
Dan Afgan pun membantu mereka untuk lebih dekat pada perempuan yang dicintai oleh mereka, yaitu Lesti, Okta, Aurel dan Dinda.
Rian pun akhirnya mengetahui siapa sebenarnya perempuan yang dilihatnya kemarin, namanya adalah Okta. Okta adalah seorang janda kembang yang di tinggal mati oleh suaminya karena berperang, Rian mengetahuinya dari pak Ustadz Zakir.
Dan Rian berjanji akan menjadi teman dan cintanya. Rian juga berjanji akan mengembalikan senyuman Okta.
Keesokan Harinya..
UNIVERSITAS GARUDA
ASRAMA PUTRA UNIVERSITAS GARUDA
Di Kamar Ferdi, Rian, Raihan dan Rizky..
"Loh Rizky kamu terlihat tampan sekali, rapih juga mau kemana?" tanya Ferdi.
"Saya ingin menemui Lesti, murid perempuan yang tinggal di asrama putri." jawab Rizky.
"Oh.." seru Ferdi yang berkaca dengan merapihkan pakaiannya.
"Kamu sendiri mau pergi kemana dan rapih juga?" tanya Rizky.
"Saya mau bertemu dengan Aurel, mumpung hari ini hari libur kerjaku." jawab Ferdi.
"Oh.." seru Rizky.
"Oh kalian berdua di sini, loh Rian mana?" tanya Raihan.
"Entah.." jawab Ferdi dan Rizky bersamaan.
"Kamu juga mau pergi Raihan?" tanya Rizky.
"Iya, saya mau menemui Dinda."jawab Raihan.
"Semoga sukses ya." kata Afgan yang mendengarkan percakapan Ferdi, Raihan dan Rizky.
"Iya.." kata Ferdi yang tidak menyadari keberadaan Afgan.
"Terimakasih.." kata Raihan yang tidak menyadari keberadaan Afgan.
"Pak Afgan.." kata Rizky yang tidak menyadari keberadaan Afgan.
"Tadi kamu menyebutkan nama pak Afgan ya ky?" tanya Raihan.
"Iya benar, Rizky menyebutkan namaku." jawab Afgan.
"Eh pak Afgan.." kata Ferdi, Rizky dan Raihan yang menyadari keberadaan Afgan.
"Iya.., saya permisi dulu ya mau ke kamar yang lainnya." kata Afgan yang akan pergi dari kamar Raihan, Rizky dan Ferdi.
"Tunggu pak Afgan." Raihan memberhentikan langkah Afgan.
"Iya kenapa?"
"Itu.." jawab Ferdi menunjuk ke arah Rian.
"Oke, oh ya Rian ada tugas untukmu mengajarkan cucu dari bapak mayor Surya." kata Afgan memberikan tugas pada Rian.
"Tapi pak bagaimana dengan peraturan yang tuan Arjun Saputra berikan?"
"Kamu tenang saja semua sudah saya atur."
"Tapi.. Pak Afgan.."
"Intinya saja deh kamu mau atau tidak?"
"Tidak pak, maaf.." tolak Rian.
"Baiklah kalau begitu saya akan mencari orang lain saja." kata Afgan kemudian pergi dari kamar Raihan, Rian, Rizky dan Ferdi.
"Kamu yakin tidak ambil les privat piano, cucunya bapak mayor Surya loh..?" tanya Ferdi.
"Tunggu.. Apa katamu tadi?" tanya Rian.
"Bapak mayor Surya, Rian.." jawab Rizky.
"Itu kan.. Pak Afgan Syah Reza tunggu." kata Rian yang mengejar Afgan.
Karena terburu-buru keluar Rian melupakan celananya. Ya Rian keluar dari kamarnya tanpa menggunakan celana untuk mengejar Afgan.
"Jadi bagaimana?" tanya Afgan.
"Saya mau pak Afgan." jawab Rian.
"Oke, kalau begitu setelah pulang kuliah nanti kamu datang ke rumahnya untuk mengajarkan piano pada cucu mayor Surya." kata Afgan.
"Siap pak.." sambung Rian.
"Ya, tapi.."
"Tapi apa pak Afgan?" tanya Rian.
"Lihat kebawah." pinta Afgan.
"Ooh.... Hehe maaf pak. Aku melupakan celanaku." kata Rian.
"Oke. Lain kali jangan ya nanti kamu malah kena ejekan teman-temanmu yang lain lagi. Ya sudah kalau begitu aku pergi." kata Afgan.
"Oh ya Rian.." kata Afgan lagi.
"Iya Pak ada apa?" tanya Rian lagi.
"Jangan lupa ya nanti sore." jawab Afgan.
"Baik pak...." kata Rian.
Afgan pun meninggalkan Rian di asrama putra, begitu juga dengan Rian yang kembali ke kamarnya.
Di Kamar Ferdi, Rian, Raihan dan Rizky..
"Haha...." Rizky, Ferdi dan Raihan mentertawakan Rian, karena Rian tidak menggunakan celana di saat ia keluar dari kamar.
"Iya aku tahu kalian pasti mentertawakan aku kan? Sudahlah aku siap-siap dulu untuk belajar." kata Rian.
Sore Harinya..
DI RUMAH MAYOR SURYA
Di Ruang Tengah..
"Hebat, hebat, hebat sekali kau nak. Sekarang sudah bisa main piano." kata Mayor Surya.
"Oh ya Rian. Perkenalkan ini adalah adik iparku, Okta perkenalkan ini adalah Rian." kata Gita.
"Dan Rian ini adalah guru les piano Arjuna yang baru." sambung Mayor Surya.
"Assalamu'alaikum." Rian memberikan salam pada Okta.
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh." Okta menjawab salam dari Rian.
"Oh ya bagaimana kalau kamu Rian, ajarkan Okta piano juga bersama dengan Arjuna." kata Gita.
"Boleh kan ayah?" tanya Gita.
"Oh ya tentu saja boleh." jawab Mayor Surya.
"Tidak ayah, tidak mbak." tolak Okta dengan halus.
"Loh kenapa?" tanya Rian.
"Tidak apa-apa, Arjuna saja." jawab Okta.
"Ehmmmm masa sih, bukannya tante ini selalu menyanyi sambil main piano dan juga suka menari. Setiap malam tante suka menari dan itu membuat aku kupingku sakit karena berisik dengan krincing di kakinya." kata Arjuna meledek Okta.
"Oh ya benarkah itu?" tanya Rian lagi.
"Iya tentu saja benar.." jawab Arjuna.
"Arjuna awas kau ya...." kata Okta.
"Ayo sini maju wleekkkk...." ledek Arjuna.
"Juna.." seru Okta.
Okta mengejar Arjuna, Rian tambah membulatkan telatnya untuk memberikan kecerian dan kebahagian untuk cintanya.
Sedangkan Rizky berhasil menemui pujaan hatinya yang bernama Lesti.
UNIVERSITAS GARUDA (UG)
RUANG REKTOR UNIVERSITAS GARUDA PUTRI (Nyonya Chintya Agustin).
Tok.. Tok.. Tok.. Tok.. Suara pintu di ketuk.
"Iya silakan masuk." kata Nyonya Chintya.
"Permisi bu." kata Rizky.
"Iya, maaf anda siapa dan apa tujuan anda datang kemari?" tanya Nyonya Chintya.
"Izinkan saya memperkenalkan diri bu, maaf sebelumnya saya menganggu anda, perkenalkan nama saya Rizky dan saya adalah paman Lesti. Maksud dan tujuan saya kemari adalah ingin bertemu dengan Lesti keponakan saya. Saya sudah lama tidak bertemu dengannya." jawab Rizky memperkenalkan diri pada Nyonya Chintya.
"Ehmm.... Oke. Baiklah mohon tunggu dulu ya pak, saya panggilkan Lesti dulu ya." pinta Nyonya Chintya.
"Baik bu...." kata Rizky.