Di asrama putra Universitas Garuda (UG) Rian, Ferdi, Raihan dan Rizky bertemu dan menceritakan semuanya apa yang mereka rasakan ketika bertemu dengan Aurel, Lesti, Okta dan Dinda.
Mereka merasa sedang jatuh cinta dan Rian berkata pada tiga sahabatnya untuk melupakan kisah cinta mereka, dan menunggu sampai ada yang membantu mereka terbebas dari peraturan dan keangkuhan dari tuan Arjun Saputra, rektor di Universitas Garuda (UG).
Dan keesokan harinya datanglah seorang laki-laki yang memainkan biolanya (musik) di depan Universitas Garuda, lalu kemudian laki-laki itu menemui tuan Arjun Saputra. Rupanya laki-laki itu ingin melamar pekerjaan sebagai guru atau dosen di Universitas Garuda, laki-laki itu akan mengajar musik di Universitas Garuda.
Awalnya tuan Arjun Saputra menolak laki-laki itu untuk mengajar musik di Universitas Garuda. kemudian laki-laki itu diberi satu kesempatan pada tuan Arjun Saputra untuk mengajar musik. Jika murid di pelajaran musiknya banyak maka dia di terima untuk mengajar di Universitas Garuda (UG) dan apabila laki-laki itu gagal maka dia harus pergi meninggalkan Universitas Garuda (UG).
Laki-laki itu setuju dan menerima tantangan dari tuan Arjun Saputra. Laki-laki itu bernama Afgan Syah Reza (Afgan).
Afgan adalah murid atau seorang mahasiswa yang dulu pernah di usir oleh tuan Arjun Saputra dari Universitas Garuda (UG) karena jatuh cinta.
Wanita yang dia cintai adalah Titah Kesumawardani (Titah) yang merupakan anak dari tuan Arjun Saputra yang mati bunuh diri karena tidak kuat berpisah dari Afgan, pujaan hatinya yang terusir dari Universitas Garuda (UG).
Keesokan Harinya..
UNIVERSITAS GARUDA
Di Depan Universitas Garuda..
"Maaf pak, bapak sedang apa di sini. di sini dilarang memainkan musik, jadi silahkan bapak pergi saja dari sini?" tanya Paijo yang diberi bunga oleh Afgan.
"Apa yang sedang terjadi dan anda?" tanya tuan Arjun Saputra yang diberi bunga oleh Afgan juga.
"Maaf pak, saya datang kemari bertujuan untuk mengajar dan soal saya bermain musik, tadi saya diminta oleh anak tadi untuk memainkannya." jawab Afgan.
"Oh baik, kamu sekarang ikut saya, kita bicarakan di kantor." kata tuan Arjun Saputra yang mengajak Afgan ke ruangannya.
"Baik pak." kata Afgan yang mengikuti tuan Arjun Saputra.
RUANG REKTOR UNIVERSITAS GARUDA PUTRA (Tuan Arjun Saputra).
"Baik, tadi anda mengatakan ingin melamar pekerjaan di Universitas Garuda. Sebagai pengajar benar begitu?"
"Iya benar pak."
"Kalau boleh saya tau anda mau mengajar apa di Universitas Garuda?"
"Saya akan mengajarkan murid-murid di Universitas Garuda ini musik, pak"
"Musik, di Universitas Garuda tidak pernah ada pelajaran musik pak Afgan. Tapi baiklah saya kasih anda satu kesempatan untuk menjadi pengajar di Universitas Garuda ini, apabila banyak murid yang berminat untuk bergabung di kelas musik pak Afgan anda di terima dan dapat mengajar di Universitas Garuda ini. Tapi jika tidak ada satupun murid yang berminat untuk bergabung di kelas musik pak Afgan, pak Afgan silahkan angkat kaki dari Universitas Garuda ini, mengerti pak Afgan?"
"Ya tentu saja pak, saya mengerti."
"Baik, kalau begitu saya permisi ingin pergi keluar Universitas Garuda ada urusan dan anda akan diawasi oleh salah satu orang kepercayaan saya yaitu Paijo." kata tuan Arjun Saputra yang menantang Afgan, lalu kemudian pergi meninggalkan Afgan di ruangannya.
"Baik pak Arjun. Perkataan anda tadi adalah tantangan untuk saya, saya pastikan berhasil dan saya pastikan juga saya bisa menjadi bagian dari Universitas Garuda ini lagi seperti dulu, dan Titah lihat ini cinta kita akan mengubah peraturan yang ada di Universitas Garuda ini dan juga di Universitas Garuda ini akan banyak cinta yang tumbuh. Lalu ayahmu akan mengaku kalah di hadapan ku, saya berjanji padamu Titah." kata Afgan yang menerima tantangan dari tuan Arjun Saputra.
Setelah jam istirahat dan jam pelajaran baru pun dimulai yaitu Afgan pertama kalinya mengajar musik di Universitas Garuda (UG).
Di Taman Universitas Garuda..
"Maaf pak Afgan, ini taruh dimana ya kursinya?" tanya Paijo.
"Disitu saja pak." jawab Afgan.
"Baik pak, kalau begitu saya permisi." kata Paijo.
"Iya pak, terimakasih sebelumnya sudah membantu saya." sambung Afgan.
"Iya pak, sama-sama."
Afgan mulai memainkan biolanya dan hasilnya banyak murid yang duduk di kelas musik Afgan.
"Selamat pagi semua, saya akan memberitahu kalian tentang musik dan cinta, cinta tidak akan lengkap tanpa adanya musik, begitu pun sebaliknya musik tidak akan lengkap tanpa cinta. Jadi apakah diantara kalian ada yang sedang jatuh cinta? Jika ada perhatikan gerbang itu, baik rupanya disini tidak ada yang sedang jatuh cinta rupanya." tanya Afgan yang mulai mengajarkan muridnya tentang musik dan Cinta.
"Maaf pak, sepertinya anda salah karena mereka berempat memperhatikan gerbang itu dari tadi bapak Afgan menerangkan pelajaran." jawab Aldo memberitahu Afgan.
"Oh ya benar, baik untuk kalian berempat terus pandangi gerbang itu karena gerbang itu adalah satu-satunya gerbang yang menghalangi kalian untuk bertemu dengan cinta kalian. Jika sudah terus perhatikan dan coba kalian berempat bayangkan kalau perempuan yang kalian berempat sukai ada didepan untuk menunggumu dan menyambut cinta kalian. Setelah itu apa yang akan kalian lakukan untuk perempuan yang kalian berempat cintai bila mereka semua ada di depan gerbang itu?"
"Kami akan mendobraknya pak, supaya kami bisa bertemu dengan perempuan yang kami cintai." jawab Ferdi.
"Ya benar pak, kami akan merobohkan gerbang itu." jawab Rizky juga.
"Baik kalau begitu kalian berempat sekarang lari dan dobrak gerbang itu yang menghalangi kalian bertemu dengan cinta kalian, ayo.." kata Afgan.
"Baik.." kata Ferdi, Rian, Raihan, dan Rizky yang berlari menuju gerbang Universitas Garuda dan kemudian mendobraknya.
**
Sambil Berjalan
Aa..aa..
{Rizky : Ketika berjalan tiba-tiba aku terhenti
Ketika terduduk tiba-tiba tersesat dalam lamunan
Ketika berbicara, tiba-tiba aku terdiam}
{Rizky : Apakah ini cinta, apakah ini cinta}
{Lesti : Ya.. inilah cinta, ya.. inilah cinta}
{Raihan : Ketika berjalan tiba-tiba aku terhenti
Ketika terduduk tiba-tiba tersesat dalam lamunan
Ketika berbicara, tiba-tiba aku terdiam}
{Raihan : Apakah ini cinta, apakah ini cinta}
{Dinda : Ya.. inilah cinta, ya.. inilah cinta}
{Rian : Mengapa aku memujamu, aku pun tidak tahu
Mengapa aku merasa begitu, aku pun tidak tahu}
{Rizky : Diam-diam di jalan yang tertutup ini
Aku mulai melewatinya
Hidup di dunia seluas ini
Aku mulai merasa takut
Apa yang telah mulai aku lakukan}
{Ferdi : Apakah ini cinta, apakah ini cinta}
{Aurel : Ya.. inilah cinta, ya.. inilah cinta}
{Rian : Ketika berjalan tiba-tiba aku terhenti
Ketika terduduk tiba-tiba tersesat dalam lamunan
Ketika berbicara, tiba-tiba aku terdiam}
{Rian : Apakah ini cinta, apakah ini cinta}
{Okta : Ya.. inilah cinta, ya.. inilah cinta}
{Ferdi : Dalam kata-kata mu ini, ada suatu ketidakjujuran
Di dalam bibirmu ini, ada suatu keluhan}
{Rizky : Mataku mulai mencium matamu dengan tatapan
Memelukmu dalam pelukanku, aku mulai menari
Apa yang telah mulai aku lakukan}
{Rian : Apakah ini cinta, apakah ini cinta}
{Okta : Ya.. inilah cinta, ya.. inilah cinta}
{Rizky : Aku terhenti saat berjalan}
{Ferdi : Aku melamun sambil duduk}
{Raihan : Aku terdiam saat berbicara}
{Rizky : Apa inikah cinta}
{Ferdi : Apa inikah cinta}
{Raihan : apa inikah cinta}
{Rian : Ya inilah cinta}
Aa..aa..