Ketika berada di sebuah pasar dekat dengan kampusnya, Raihan mulai mencari barang yang dia perlukan, ketika itu ada seorang wanita cantik di toko jam. Raihan pun penasaran pada seorang wanita cantik yang ada di toko jam itu yang mungkin saja dia kenal, ternyata wanita cantik itu adalah teman kecilnya, Dinda.
Raihan dan Dinda di pertemukan kembali, Dinda juga mengajak Raihan untuk mampir ke rumahnya, kalau Raihan ada waktu.
Di stasiun Rian di tugaskan oleh tuan Arjun Saputra untuk menjemput seorang guru atau dosen. Ketika ingin kembali ke Universitas Garuda (UG) bersama dengan guru atau dosen, Rian melihat seorang wanita cantik yang menggunakan baju pengantin berwarna putih sedang berdiri ketika kereta lainnya ingin berhenti dan setelah kereta itu pergi wanita cantik itu hilang.
Ferdi yang bekerja di kafe bertemu dengan wanita cantik juga bernama Aurel, Aurel adalah anak dari bosnya yang membuat Ferdi jatuh cinta, sama seperti dengan ketiga temannya.
Keesokan Harinya..
[SUARA BEL UNIVERSITAS GARUDA (UG)].
UNIVERSITAS GARUDA
Di Depan Universitas Garuda..
"Haduh saya terlambat, kesiangan, sepertinya ada seseorang di sana. Hai kamu, ya kamu, hai tunggu.." kata Rizky dengan terburu-buru dan melihat Lesti berada di depan Universitas Garuda.
"Lesti ayo lari, pergi dari sana, ayo Lesti.." kata Ocha yang meminta Lesti pergi.
"Eh mau kemana?" tanya Rizky yang memegang tangan Lesti.
"Lepas, ih lepas." jawab Lesti yang meminta Rizky untuk melepaskan tangannya.
"Cantik, cantik sekali dia." kata Rizky yang melihat Lesti.
"Lepas.." kata Lesti yang meminta Rizky untuk melepaskan tangannya.
"Tidak mau, biarkanlah saya melihat wajah cantikmu nona." kata Rizky yang tidak ingin melepaskan tangan Lesti.
"Oh oke, baik kamu sendiri yang menantang saya, dan rasakan ini, ih.." kata Lesti yang mengigit tangan Rizky.
"Aw.." Rizky kesakitan saat di gigit tangannya oleh Lesti.
"Ya sudah yuk kita ke kelas sekarang dan syukur lah kamu bisa bebas dari laki-laki itu." kata Ocha.
"Ya sudah yuk kita masuk ke kelas." sambung Lesti.
"Wleeekk.. Wleeekk.. Wleeekk.." Lesti meledek Rizky sebelum masuk ke kelas.
"Aw sakit, tapi tidak apa, yang penting saya dapat jaketnya dan tau namanya, Lesti." kata Rizky.
ASRAMA PUTRA UNIVERSITAS GARUDA
Di Kamar Ferdi, Rizky, Rian Dan Raihan..
"Kamu jadi Raihan pergi ke pasar?" tanya Ferdi.
"Ya tentu saja, banyak sekali yang ku perlukan, kamu mau titip sesuatu, Ferdi?" tanya Raihan juga.
"Tidak, kalau begitu kita bareng saja yuk keluar asramanya." jawab Ferdi.
"Oke, ayo.." kata Raihan.
PASAR SENEN
"Oke kita berpisah di sini saja ya, itu tempat saya bekerja, saya duluan ya Raihan." kata Ferdi.
"Oke, semangat bekerja Ferdi." sambung Raihan.
"Oke.." seru Ferdi.
Warung Kalong Senen
"Aurel cantik juga ternyata, apakah bisa dia menjadi milik saya?" tanya Ferdi di dalam hati dengan memandang Aurel.
PASAR SENEN
"Alhamdulillah sudah dapat semua barangnya, Dinda, eh kenapa saya melihat perempuan itu dari belakang mirip sekali dengan Dinda ya. Apakah dia benar-benar Dinda, daripada penasaran lebih baik saya ke sana saja deh, mungkin dia benar-benar Dinda." kata Raihan yang melihat Dinda di toko jam.
Toko Jam Senen
"Permisi kak.." kata Dinda.
"Iya kak, ada yang bisa saya bantu kak?" tanya pegawai toko jam.
"Kak saya mau lihat jam tangan yang itu ya." jawab Dinda.
"Ternyata benar dia Dinda." kata Raihan yang menghampiri Dinda di toko jam.
"Yang ini kak?" tanya pegawai toko jam lagi.
"Bukan kak, tapi yang seperti itu kak." jawab Dinda lagi.
"Iya kak saya tau, maksudnya kakak yang ada di gambar itu kan kak?" tanya pegawai toko jam lagi.
"Iya saya minta yang sama persis seperti di gambar itu kak." jawab Dinda lagi.
"Iya ini kak." kata pegawai toko jam.
"Bukan ini kak." sambung Dinda.
"Permisi, maaf nona maksud kakaknya jam yang seperti di gambar itu ya ini jam nya, jam aslinya maksud kakak ini, bukan begitu kak?" tanya Raihan.
"Nah kakak yang ini benar kak, maksud saya ini jam yang seperti di gambar." jawab pegawai toko jam.
"Oh begitu, kalau begitu saya ambil dua ya." kata Dinda.
"Oke, tunggu sebentar ya kak biar saya ambilkan di gudang." sambung pegawai toko jam.
"Oke.." seru Dinda.
Tiga Puluh Menit Kemudian..
"Maaf ya kak menunggu lama, ini jam nya." kata pegawai toko jam.
"Iya tidak apa, jadi totalnya berapa kak?" tanya Dinda.
"Totalnya semua jadi lima ratus ribu kak." jawab pegawai toko jam.
"Oke, ini uangnya." kata Dinda yang memberikan uang pada pegawai toko jam.
"Ini kak jam nya, terimakasih sudah berbelanja di toko jam kami." kata pegawai toko jam yang memberikan jam pesanan Dinda pada Dinda.
"Iya terimakasih kak." kata Dinda yang menerima jam pemberian pegawai toko jam.
"Eh kok sepertinya saya kenal dengan dia deh." kata Dinda yang mengenal Raihan dan akan pergi dari toko jam.
"Duh sepertinya dia mau kembali kesini deh, aku harus apa ya, oh ya sepertinya aku harus pura-pura melihat jam deh, em kak maaf saya mau lihat jam yang itu ya." kata Raihan yang berpura-pura melihat jam.
"Oh baik kak." kata pegawai toko jam yang mengambilkan jam yang diminta oleh Raihan.
"Raihan.."
"Bukan, salah orang ya nona?" tanya Raihan.
"Tidak mungkin saya salah orang, kamu Raihan kan. Iya kamu Raihan teman kecil saya waktu di Bandung." jawab Dinda.
"Iya benar saya Raihan, teman kecil kamu."
"Tuh kan benar, mana mungkin saya salah mengenali orang, kamu sedang apa disini, bagaimana keadaanmu dan juga orang tuamu di Yogyakarta, Raihan?" tanya Dinda.
"Saya disini sedang membeli barang untuk persedian di asrama, saya sekolah di Universitas Garuda (UG), mereka baik, sehat, oh bagaimana keadaan ayahmu Dinda?" tanya Raihan juga.
"Oh kamu sekolah di Universitas Garuda (UG), ayah baik dan juga sehat Raihan. Oh ya kapan-kapan kamu harus mampir ya ke rumahku." jawab Dinda lagi.
"Oke kapan-kapan saya akan mampir ke rumah kamu." kata Raihan.
"Benar ya ku tunggu kamu datang ke rumah." kata Dinda yang pergi meninggalkan toko jam bersama Raihan.
"Ini kak jam nya, loh kok tidak ada, pergi." kata pegawai toko jam.
Warung Kalong Senen
"Hai Ferdi.." kata Aurel yang menegur Ferdi yang sedang melamun memikirkan Aurel.
"Iya, eh Aurel.." kata Ferdi yang sedang melamun memikirkan Aurel.
"Kamu kenapa?" tanya Aurel.
"Aku baik, sehat, kenapa memangnya, apakah ada pesanan?" tanya Ferdi juga.
"Tidak ada pesanan kok, ya sudah lanjut kerja ya dan jangan banyak melamun." jawab Aurel.
"Oke.." seru Ferdi.
STASIUN PASAR SENEN
"Siapa dia, kenapa dia sendirian di sini dan kenapa dia juga mengenakan baju pengantin berwarna putih ya?" Rian bertanya-tanya sendiri, ketika Rian melihat Okta.
"Universitas Garuda?" tanya salah satu dosen yang dijemput oleh Rian di Stasiun Pasar Senen.
"Iya saya pak.." jawab Rian.
"Tidak perlu, saya sudah dijemput terimakasih. Oh ya saya minta tolong bawakan tas saya yang ini ya." kata salah satu dosen yang dijemput oleh Rian di Stasiun Pasar Senen.
"Baik pak.." sambung Rian yang akan membawakan tas milik salah satu dosen yang dijemput oleh Rian di Stasiun Pasar Senen.
Satu Menit Kemudian..
"Loh kok dia menghilang, kemana ya dia?" tanya Rian yang mencari Okta.
"Hai bisa cepat, mobil jemputan kita sudah menunggu?" tanya salah satu dosen yang dijemput oleh Rian di Stasiun Pasar Senen.
"Oh iya pak, tentu saja bisa pak." jawab Rian yang membawakan tas milik salah satu dosen yang dijemput oleh Rian di Stasiun Pasar Senen.