Part 10

963 Words

Aku merenggangkan otot-ototku yang kebas karena membimbing anak-anak untuk mengikuti senam, mengitari desa sambil memunguti sampah, bergerak aktif karena aku salah satu dari sepuluh panitia, menyambut acara undian yang dilaksanakan oleh ibu-ibu. Sambil terus memungut sampah-sampah didepan kelas, aku menyelonjorkan kaki, duduk diatas paving block tanpa takut kotor karena aku adalah anak Rinso, eh tidak kan aku anaknya Mama Miranty. “Li, lo udah tepar aja, ini masih setengah, belom beresin yang dipot-pot itu, seringan kesenggol anak-anak sama ibu-ibu.” Atika menyahut, ia juga sebagai panitia. Aku menghela nafas berat, memungut sampah yang berada disebelahku. “Gue capek sumpah apalagi Mbak Najwa absen sebagai MC gue kelabakan, coi. Kenapa harus gue yang ditunjuk sih?” gerutuku saat me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD