Part 11

1084 Words

“Hah? Ara sama Khail sakit?!” Aku hampir terlonjak dari tempat dudukku, pantas saja hari ini Khaira dan Khail tidak masuk sekolah tanpa adanya alasan yang jelas. ‘Iya, makanya saya tanya kamu untuk obat penurun panas yang ampuh yang mana’ Aku mengurut kening, mencoba mengingat obat penurun panas yang dulu biasanya Mama beli saat badanku mengalami demam. Setelah membeberkan merknya, aku kembali bersuara. “Bapak kenapa nggak ijin lewat saya? Anak-anak dikasih A lho.” Jelasku sambil mengapit ponsel ditelinga dan bahu. ‘Tidak apa-apa. Kamu jadi kesini?’ “Iya, ini lagi pake jaket, bapak tunggu ya, saya juga sekalian mampir beli soto.” Aku menyambar jaket dan kunci motor, lalu menyelipkan kakiku pada flatshoes. Mama mengernyitkan kening melihatku menuruni tangga dengan terburu-buru. “Eh,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD