Hari ini sudah diputuskan bahwa pernikahanku bersama Pak Bara digelar, setelah membawa kedua orangtuanya ke rumahku untuk melamar akhirnya setelah tiga bulan persiapan aku akan resmi menjadi istri serta ibu dari kedua anaknya. “Wahh, lo mangglingi banget, Li... Coba liat deh.” Atika menyodorkan cermin duduk dan diarahkan ke wajahku. Sebenarnya aku belum melihat penampakan wajahku dengan make-up full seperti ini, apalagi mataku yang terasa berat ditumpuk oleh bulu mata palsu dan lilitan kerudung. “Biasa aja sih.” Jawabku sambil meremas jari-jariku gugup, bagaimana tidak gugup aku dapat mendengar suara Pak Bara melantunkan ijab qabul lewat pengeras suara yang dapat menggetarkan jantungku. “Kuy mengabadikan kenangan sebelum lo beenr-bener jadi istri orang.” Aku menjitak kepala Atika. “S

