Part 6

962 Words

Aku menggigit bibir bawahku gugup, aku sekarang sedang berada di dalam kamar, aku tidak menunggu Pak Bara dan langsung pulang begitu saja, setelah salat dhuhur tadi aku mengubah pikiranku untuk menolak tawarannya agar dapat membelikanku ponsel baru, entah kenapa hatiku menolak mentah alih-alih aku juga menghindarinya karena tidak mau lebih dalam lagi suka padanya. Seseorang yang tidak dapat di raih tapi aku paksakan untuk meraihnya, sangat mustahil, lebih baik mundur teratur daripada sakit hati di ujungnya. Ya, aku mengakui mencintainya secepat ini. Sebelum-sebelumnya juga banyak yang mendekatiku semasa kuliah dulu, namun hanya batas suka saja tidak sampai menjerumus cinta, karena dulu aku sudah trauma cinta-cintaan karena di tinggal pas lagi sayang-sayangnya. Tok tok tok... Suara pint

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD