Seperti mengalami mabuk sebelum-sebelumnya, Aline akan merasa pusing yang luar biasa pada kepalanya. Hanya saja tidak ada mual menggejolakkan perutnya pagi ini yang mengakibatkan ingin muntah. Efek sedikit berkurang. Meski demikian, rasa terkejut mampu membuatnya tak bisa berpikir jernih. Terutama merunut peristiwa kemarin malam yang sudah dilalui hingga ia berada di kamar tidur begitu asing baginya. Bukan di rumahnya. Tak akan mungkin salah. Dan, masih berupaya keras untuk diingatnya kejadian yang telah dialami. Menyebabkan kepala semakin pening. Tetapi, perlahan-lahan sudah bisa disusun kembali serangkaian memori-memori yang berkaitan. Termasuk, Darmo Vandara. "Aku berada di mansion dia?" Aline pun bergumam dalam nada yang tidak percaya. Pandangannya terus mengedar. Diarahkan pandang

