“Kau benar – benar baik – baik saja?” tanya Min-hyeon memberikan sedikit porsi bulgogi miliknya kepada Dana yang dijawab Dina dengan anggukan. “Sedikit...” lirih Dana tersenyum tipis lalu kembali menatap ke arah orang – orang yang mulai berdatangan ke kantin. Bahkan dokter – dokter departemen lain sudah mulai masuk ke dalam kantin. “Aku saja terkejut saat mendengar tentang berita itu, apalagi kamu yang menghadapi ini semua.” Dana mendesah. Sebelum kemudian mengangguk. “Banyak hal yang kualami selama setahun belakangan ini. Dan mungkin hal itulah yang membuatku tidak terlalu terpuruk saat menyadari pria yang dulu pernah aku cintai, muncul kembali di hadapanku. Terlebih, dengan semua alasannya mendekatiku. Aku seperti gadis bodoh yang bisa dipermainkan dengan mudah dan tololnya lagi aku

