“Kau sedang tidak baik – baik saja ternyata ....” lirih Sakti membuat tangis Dana kembali mengalir dengan begitu deras. Dana mengeluarkan semua rasa sakit yang dia rasakan di depan Sakti, sedangkan pria itu hanya diam membiarkan kekasihnya untuk tenang. Saat dia mendengar isakan – isakan yang kekasihnya keluarkan mulai mereda. Dia menatap Dana dengan tatapan lembut yang menenangkan. “Untuk pertama kalinya, aku ingin menghardik jarak yang ada di antara kita,” desah Sakti membuat Dana mengangkat kepala. “Rasanya aku ingin menghapus tangismu dan memberikan pundakku agar kau bisa bersandar di sana,” lanjutnya lagi. Dana memejamkan mata, kemudian menghapus air matanya lalu mencoba untuk menampilkan senyuman. Dia tersenyum tipis, tak seharusnya dia menangisi pria lain di depan kekasihnya y

