“Ireonnaseo? *kau sudah bangun? ” tanya seseorang saat Dana membuka mata. Dia menatap ke arah langit – langit putih yang ada di depannya sekarang. Dia menarik napas panjang, sebelum duduk di ranjang. Matanya menatap ke depan di mana Juno Oppa sedang berbicara dengan pria yang umurnya mungkin sedikit di atasnya yang dia yakini sebagai dokter yang menanganinya. Dana terdiam, memperhatikan detil kamar yang dia tempati sebelum akhirnya tatapannya terpaku kepada punggung tangan kirinya yang diperban. Sayup – sayup ingatan yang terjadi malam tadi mulai kembali membuatnya memejamkan mata sejenak sebelum menatap kakak laki – lakinya. “Juno Oppa, nan gwencahaseo ... *Juno Oppa, Aku baik - baik saja,” lirih Dana membuat Juno mendelik membuatnya terdiam. Kakaknya itu terus mendengarkan penjelasa

