ternyata cae adalah perempuan biasa yang bisa menangis juga, untuk pertama kalinya Xavier dan James melihat gadis barbar itu menangis dan itu hanya karena perkelahian yang sudah biasa dilihatnya.
kedua pria itu menghentikan perkelahiannya dan langsung menghampiri gadis yang mengeluarkan air mata dengan tatapan kesal.
"cae, kau mengenal pria ini? kau menangis karena aku memukulnya?" tanya Xavier meninggikan suaranya, dibalas gelengan kepala oleh cae.
cae menatap kedua pria itu bergantian lalu tatapan berakhir pada Xavier sambil mengucapkan kalimat yang membuat pria itu semakin panas dan emosi.
"Xav, aku akan memenangkan pertandingan jika tidak dalam kondisi lelah, dan alasanku kelelahan adalah karena aku menghabiskan waktu bersamanya tadi" ujar cae dengan santai, air matanya juga sudah tak tampak lagi.
"secepat itukah mencari pasangan baru?" tanya Xavier dengan smirk mengejek.
tidak ada balasan lagi dari cae, hanya senyuman tipis untuk Xavier, lalu gadis itu menarik tangan James dan mereka berdua keluar dari markas itu meninggalkan Xavier dengan rasa kecewanya yang mendalam sendirian disana.
James mengikuti cae dari belakang dengan mobilnya, dengan keadaan seperti sekarang gadis itu masih bisa menyetir motor sportnya dengan kecepatan tinggi.
James mengikuti gadis itu sampai ke sebuah rumah besar dan jarang terlihat pemukiman warga disekitar nya.
gadis itu berhenti tepat dihalaman rumahnya, dia tau bahwa James mengikutinya pulang kerumah, gadis itu pun membiarkannya karena malas mengatakan apapun.
"ini rumahku, kau pulanglah James, thanks untuk yang tadi" ujar cae santai menatap datar James.
"kau tinggal sendiri?" tanya James sambil melihat rumah besar itu dan terlihat modern.
"orangtua ku sebentar lagi pulang dari kantor" jawab cae asal, padahal dia tak tau jadwal kerja orang tua nya.
James pun mengangguk mengerti dan langsung menaiki mobilnya lagi untuk pulang kerumah, sedangkan cae langsung masuk kedalam kamarnya lalu menangis sekuat-kuatnya.
dia mengingat kenangannya di SMA bersama semua temannya dan cinta pertamanya yaitu Xavier.
banyak yang bilang jatuh cinta di masa-masa sekolah adalah cinta monyet, tapi kebanyakan orang mendapatkan cinta pertama disekolah seperti cae.
saat kelas 1 SMA dia sebangku dengan Xavier, pria humoris dan ramah yang membuat gadis itu terpengaruh, dari cae pendiam menjadi cae barbar dan humoris.
Tidak bohong cae memang pernah mencintai pria itu, pria itu yang menemani nya dikesepian hari-hari nya, menerangi pandangannya di kegelapan yang menggeluti hatinya, menghangatkan tatapan dinginnya walaupun tatapan hangat itu hanya untuk orang-orang tertentu, menghibur nya sampai cae tau caranya tertawa lagi.
Pria itu mengajarkan cae caranya bersosialisasi sampai mereka bisa membentuk sebuah komunitas geng motor.
tetapi sebuah kebenaran yang didapatnya saat tamat sekolah membuat hubungan mereka hancur.
seluruh anggota keluarga Xavier adalah mafia, dari segala bidang mereka melakukan kejahatan sampai nyawa menjadi taruhan.
gadis itu percaya bahwa Xavier tak ikut andil dalam kejahatan keluarganya, hanya saja gadis itu takut karena trauma masa kecil.
cae kecil pernah diculik oleh penjual organ dia melihat banyak orang dewasa memotong daging anak yang diculik lainnya, dia tinggal menunggu giliran saja, tapi untung saja orangtuanya menemukan tempat itu sebelum dia menjadi beberapa bagian.
dia mendengar percakapan orang tua nya dengan kepolisian membahas tentang mafia.
mulai pada saat itu, cae sangat takut dengan mafia, psikopat, dan sejenisnya.
keindahan cinta pertama cae berakhir saat dia tamat sekolah, Xavier pada saat itu kebingungan dan terus membujuk cae yang menjadi dingin untuk menjelaskan.
tetapi kekacauan Xavier bukan hanya pada pasangannya saat itu, ibunya juga meninggal setelah seminggu cae mendiamkannya.
dunia Xavier sangat kacau, dia mulai menjadi berandalan, kasar, emosian.
banyak anggota geng yang takut mereka menyuruh cae mengambil tindakan.
ya gadis itu memecah geng tersebut, yang kuat bertahanlah pada Xavier.
Caecilia tidak tahu Xavier berubah karena mengalihkan nya dari tawaran keluarga untuk menjadi mafia juga.
saling mencintai dan sama-sama cinta pertama tapi berakhir menjadi kisah cinta monyet.
setelah mengenang masa lalu cae berhenti menangis, mengelap air matanya lalu menatap langit-langit kamar sambil terlentang diatas ranjangnya dengan tatapan datar.
"aku sudah berusaha kuat, dan tidak pernah menangis lagi tapi aku gagal" gumaman itu datang dari penyesalan cae.
"ku usahakan menjadi lemah seperti ini tidak terjadi lagi" ucap gadis itu dalam hati dan mulai menutup matanya untuk pergi ke alam mimpi.
sedangkan disebuah ruangan tertutup dan sangat rahasia itu ada beberapa orang yang lagi membahas sesuatu yang penting.
"aku akan bergabung dengan kalian tidak ada lagi yang kupertahankan hidup seperti biasa" ujar Xavier memasuki ruangan itu dengan tatapan hampa.
"haha apakah gadis itu mencampakkan mu?" tanya pria yang merupakan Abang kandungnya itu dengan tertawa remeh.
"aku akan membuatnya berada di sisiku selamanya, aku tidak peduli apapun yang terjadi" ucap Xavier dengan tekad yang kuat.
membuat semua yang ada diruangan itu merasakan kehilangan kehangatan dan kehumorisan pria itu lagi, aura psikopat itu kembali lagi.
ya tentu saja seluruh keluarga Xavier memiliki sifat-sifat mafia yaitu licik dan psikopat.
hanya saja mereka tetap saling melindungi sesama keluarga mereka.
entah apa yang direncanakan Xavier setelah ini tapi yang pasti akan membuat cae dalam bahaya, apalagi setelah dia tau ternyata gadisnya tidak sekuat itu, gadisnya juga bisa lemah seperti tadi.
"tidak peduli apapun yang terjadi, cae milikku" gumamnya dalam hati dengan janji akan memiliki cae sampai maut.