Theodore duduk di ruang bermain, menatap Neil yang sedang sibuk memasang lego membentuk kereta mini. Gerakan anak itu sangat aktif, berlari ke sana kemari, mencari bagian-bagian lego yang masih terselip di sudut-sudut ruangan. Bibir Theodore melengkung, membentuk kurva yang indah. Wajah menggemaskan Neil dan matanya yang penuh rasa ingin tahu membuat anak itu tampak aktif dan dinamis. Tawanya yang renyah berhasil membuat hati beku Theodore sedikit mencair. Neil adalah keberadaan yang ia syukuri sepanjang hidup Theodore. Meskipun kemunculannya membawa banyak tragedi, setidaknya anak itu berhasil berada di bawah asuhan Theodore dan menjadi peneman bagi hidupnya yang telah lama gersang. Sepanjang hidup, Theodore hanya memiliki beberapa tujuan. Kehadiran Neil berhasil menciptakan tujuan

