Zilka menghembuskan napas lega di ujung ranjang. Hari ini adalah hari kepulangannya di rumah sewa mungilnya. Mulai sekarang hingga beberapa waktu ke depan, Marrisa akan menemaninya, menjadi asisten, perawat, teman, dan saudari. Diaz memaksa Zilka untuk mengambil perawat yang berlisensi untuk membantu kegiatan sehari-hari Zilka hingga ia bisa kembali beraktifitas normal, tetapi segera ditolak Zilka habis-habisan. Diaz sudah terlalu baik. Dia memfasilitasi Zilka banyak hal, ketika banyak orang memilih mengabaikannya. Diaz menjadi dermawan, ketika bahkan ayahnya sendiri memilih mengabaikannya. Dengan semua hal yang telah Diaz lakukan untuknya, Zilka tak bisa lagi menerima kebaikan lelaki tersebut. Jadi, akhirnya Zilka terpaksa membiarkan Marrisa mengurusnya untuk sementara ini. Dengan begin

