Zilka sudah nyaris terlelap saat tiba-tiba suara pintu terbuka menarik kesadarannya. Dengan pandangan sedikit kabur, Zilka menangkap sesosok orang yang sangat familier. Zilka mengerjapkan mata beberapa kali untuk meyakinkan diri, kemudian terperangah. "Mr. Richardson?" Zilka tersentak, berusaha bangkit tiba-tiba. Lengan dan kakinya langsung terasa nyeri karena refleks yang mendadak. Zilka menatap lelaki yang berdiri hanya beberapa meter darinya, seolah-olah ia tengah melihat monster paling mengerikan dalam hidup. Demi Tuhan. Mendapatkan tamu dari seseorang yang tidak kita harapkan di kamar, Zilka harus menggarisbawahi ini. Di kamar—Tempat paling privasi dari semua perlindungan yang ada—tanpa sedikit pun petunjuk, itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Jauh dari menyenangkan malah. R

