Putra Theodore

1379 Words

Marrisa menatap wajah Zilka yang tak menyenangkan. Dia mengangsurkan sebotol coke dingin yang langsung diterima melalui tangan kiri dan diminum beberapa teguk nyaris tanpa jeda. Diaz yang saat ini ikut duduk di ruang tengah, tampak khawatir dengan keadaan Zilka. "Jika kau tak suka, aku akan mengusir adik dan putra Theodore saat mereka datang kemari!" Diaz menawarkan diri. Zilka menggeleng lemah, menolak tawaran Diaz yang menggoda. "Aku membenci Theodore. Tetapi tak adil rasanya mengusir putranya. Anak adalah pihak netral yang tak tahu semua permasalahan orang dewasa." Zilka menganalisis situasi dengan hati-hati. Kebenciannya terhadap Theodore sangat besar dan jangan tanya sekuat apa amarah yang coba ia tekan. Namun, logika Zilka masih berjalan. Tak seharusnya ia menyeret putra Theodo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD