Bab 45. Pertemuan yang Tidak di Sengaja

1210 Words

Di sebuah ruang pertemuan yang cukup luas dan elegan, beberapa pengusaha terlihat duduk melingkar di meja panjang yang dihiasi dengan dokumen-dokumen, laptop, dan gelas-gelas kopi. Ruangan itu terasa hangat dengan suasana profesional, dindingnya dihiasi dengan lukisan abstrak dan logo perusahaan yang terpampang di salah satu sisi. Arman melangkah masuk dengan percaya diri, mengenakan setelan rapi yang menambah kesan profesional. Wajahnya cerah, meski ada sedikit ketegangan di matanya—campuran antara antusiasme dan rasa tanggung jawab yang besar. Salah satu pria paruh baya di meja, yang tampaknya adalah pimpinan dari klien utama, berdiri menyambutnya. "Selamat pagi, Pak Arman. Senang akhirnya bisa bertemu langsung. Kami sudah menantikan kerja sama ini," katanya sambil menjabat tang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD