Bab 47. Sarapan yang Hangat

1040 Words

Setibanya di kantor, Lestari berjalan memasuki gedung dengan langkah pasti. Tas kerjanya tersampir di pundak, dan ponselnya sesekali bergetar dengan notifikasi. Ia menyapa beberapa rekan kerja yang ditemuinya di lobi dengan senyuman profesional sebelum naik lift menuju lantai tempat kantornya berada. Saat pintu lift terbuka, Romi sudah berdiri di depan meja resepsionis, tampak sibuk berbicara dengan seorang staf. Ia mengenakan setelan abu-abu yang pas dengan tubuhnya, memberikan kesan formal namun tetap santai. Ketika matanya menangkap sosok Lestari yang keluar dari lift, wajahnya langsung berubah cerah. "Lestari!" panggilnya sambil melangkah mendekat. Lestari sedikit terkejut mendengar namanya disebut, tapi ia langsung tersenyum sopan. "Mas Romi. Pagi-pagi sudah ada di sini, y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD