Cahaya cinta

1527 Words

Pagi ini, dan mungkin seterusnya, akan menjadi pagi yang berbeda dari sebelumnya. Tidak ada lagi Haikal yang selalu keras membunyikan klakson motornya didepan halaman rumah Chacha. Tidak akan ada Haikal yang terus saja berteriak memanggil nama ‘Chacha’ karena takut Liana akan datang terlambat, jika Chacha masih juga belum keluar rumah. Tidak akan ada keributan-keributan lagi yang menyambut hari Chacha. Pagi ini, semua terasa senyap, dingin, dan sepi. Secangkir kopi yang masih mengepulkan asap tipis, ternyata tak mampu menghangatkan hati Chacha. Rasanya hambar, tanpa seorang teman yang selalu menyiksa paginya, menginginkan gadis itu untuk bergegas tapi nyatanya, masih meminta dibuatkan kopi untuk menghangatkan perutnya. “Kalau nanti aku masuk angin di jalan bagaimana? Kita nggak bakal sam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD