“Kenikmatan yang seperti apa?” sebagai orang awam, dan belum ada pengalaman soal percintaan, Rayyan dihadapakan dengan pertanyaan seputar kenikmatan pernikahan, sungguh seketika Rayyan mati kutu, pertanyaan Chacha berhasil membisukan Rayyan sepenuhnya. Otak lelaki tampan itu terasa berhenti bekerja untuk sementara waktu. Rayyan tidak bisa mencerna sedikit pun pertanyaan kekasihnya, Chacha. Kelopak mata Rayyan mengerjap dua kali. Netra hitamnya berusaha mengindar dari kejaran sepasang mata bulat, milik gadis manis di depannya, tatapan yang berarti tututan. Kenikmatan yang seperti apa? Isi kepala Rayyan juga mempertanyakan hal tersebut. Kenikmatan yang dimaksud oleh saudara Rania, sama sekali tidak dapat diterima oleh akal sehat Rayyan. Sepanjang dia menempuh pendidikan, belum pernah rasanya

