Kenikmatan yang seperti apa?

1214 Words

Malam pun semakin larut. Satu persatu tamu undangan mulai meninggalkan ruangan. Chacha, Rayyan, Rania, dan suaminya, juga beberapa kerabat dekat mempelai berdua terlihat masih menikmati kebersamaan. Candaan demi candaan terlontar, dari bibir ke bibir. Juga seruan keras Rania, diikuti semua pendukung di belakangnya, untuk menyuarakan, kapankah sang sahabat akan menyusul dirinya naik keatas pelaminan. “Orang kalau sudah menikah itu, dua puluh persen nikmat. Tujuh puluh lima persen kenikmatan.” Kata salah satu ipar Rania. “Iya nggak guys.” Ungkapnya lagi, meminta persetujuan yang lain. Hal itu, pun diikuti seruan tawa membahana di belakangnya. Meski jarum jam hampir menunjuk ke angka dua belas, tak satu pun dari mereka yang terlihat lesu atau pun mengantuk. Semua wajah terlihat cerah ceria.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD