Crius mencari keberadaan dari Amorist selepas dengan segala urusan Negeri Keaton, membuatnya mencari pada ruangan kakaknya.
Sayangnya apa yang di carinya sedang tidak berada di tempat, terlihat bagaimana pintu pada area balkon yang terbuka dan juga isi dari kamar yang kosong. Memvuatnya tahu jika kakaknya pastilah sedang keluar dari kastil.
Entah untuk menghirup udara segar setelah begitu penat semalaman melawan sakitnya ataukah adanya hal lain. Dirinya tidak tahu dan tidak peduli akan hal tersebut, karena Crius tahu jika Amorist pasti memiliki tujuan yang tidak pernah salah atau akan berakhir merugikannya.
Melihat tidak menemukan sosok kakaknya membuat pria dengan fisik yang mirip akan sang pemimpin asli Keaton berniat untuk kembali bekerja, mengurusi segala dari Keaton yang kini menjadi tanggung jawabnya seorang.
Namun, setelah berpikir bahwa ia tidak pernah lagi mengurusi gadis ke 101 ataupun mengecek ya secara langsung karena, akhir - akhir ini cukup sibuk membuatnya berpikir untuk pergi dan melihatnya sekarang.
Dua orang kartakan yang bertugas untuk berjaga di depan pjntu tersebut menatapnya sedikit dengan bingung namun, makhluk itu tidak menahannya untuk masuk dan membuka ruangan.
Criua tidak dapat menahan kerutan pada keningnya menyadari bahwa gadis ke-101 yang seharusnya akan menjadi tumbal terakhir bagi kakaknya dan juga seharusnya berada di dalam ruangan tersebut, kini telah menghilang.
Rasa terkejut tidak dapath di tahannya membuatnya melangkah masuk kedalam ruangan itu untuk memastikan bahwa Bemera memang tidak berada di sana. Dirinya berniat untuk segera berbali dan meminta pertanggung jawaban dari 2 kartakan di depan.
Tapi kepalanya tiba - tiba saja berpikir hal lain. Ia teringat bagaimana ruangan Amorist juga kosong, itu memang bukan pertama kalinya pria bermanik merah tersebut keluar dan memang apapun yang di lakukan oleh Amorist tidak akan pernah di pertanyakan olehnya sendiri.
Crius yakin jika Hemera tidak ada di ruangan ini bukan karena berhasil kabur melihat tidak ada tanda - tanda bahwa gadis tersebut dapat lolos dari kastil, yang jelasnya Hemera gadis ke 101 itu pergi bersama Amorist keluar. Melihat bagaimana rasa tertarik kakaknya pada manusia terakhir itu.
“Apa yang sedang coba di lakukannya sekarang ?” Untuk kali pertamanya Crius mulai mempertanyakan apa yang di lakukan oleh Amorist, ini bukanlah kebiasaannya dan pria itu seharusnya tidak seperti ini.